Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Situasi Makin Memanas, Australia Tutup Kedutaan di Iran

JUMAT, 20 JUNI 2025 | 08:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Australia resmi menutup Kedutaan Besar di Teheran, Iran, dan memerintahkan seluruh pejabatnya untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Keputusan ini diambil karena situasi keamanan di Iran makin memburuk akibat konflik udara yang berlangsung antara Iran dan Israel selama hampir sepekan terakhir.

“Situasinya tidak bisa diprediksi dan bisa bertambah buruk tanpa peringatan,” demikian pernyataan dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dalam situs resminya, Smartraveller, Jumat pagi, 20 Juni 2025, dikutip dari 9News.


Pemerintah juga menyatakan bahwa kemampuan memberikan bantuan bagi warga Australia di Iran kini sangat terbatas, karena operasi kedutaan telah ditutup sepenuhnya.

Sementara itu, ribuan warga Australia sudah mendaftar untuk meminta bantuan pulang dari Iran dan Israel, menyusul perang rudal yang menyebabkan korban jiwa terus bertambah.

Menurut Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, ada 1.500 warga Australia di Iran dan 1.200 warga di Israel yang telah meminta bantuan untuk keluar dari kedua negara itu. Angka ini naik tiga kali lipat sejak awal pekan.

Pemerintah Australia mendesak siapa pun yang ingin meninggalkan Iran atau Israel agar segera mendaftarkan diri melalui situs Smartraveller.

Warga Australia yang membutuhkan bantuan konsuler harus menghubungi Pusat Darurat Konsuler pemerintah Australia yang beroperasi 24 jam. Dari dalam Australia: 1300 555 135, dan dari luar negeri: +61 2 6261 3305.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya