Berita

Gambar rudal Sejjil Iran diluncurkan ke Israel/Net

Global

Iran Tembakkan Rudal Sejjil: Gerbang Neraka Telah Terbuka

KAMIS, 19 JUNI 2025 | 12:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali mengguncang kawasan dengan mengumumkan peluncuran rudal Sejjil “ultra-berat” dalam gelombang ke-12 serangan terhadap Israel. 

Rudal jarak jauh tersebut digunakan untuk menargetkan berbagai lokasi di wilayah pendudukan Israel, sebagai bagian dari lanjutan Operasi True Promise 3.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyatakan bahwa penggunaan Sejjil merupakan langkah eskalatif yang menandai babak baru dalam konflik Iran-Israel. 


"Kami menggunakan rudal Sejjil ultra-berat dalam gelombang ke-12 untuk menargetkan sejumlah lokasi di wilayah pendudukan," tegas IRGC seperti dikutip dari kantor berita Tasnim pada Kamis, 18 Juni 2025.

Lebih lanjut, IRGC memperingatkan warga Israel bahwa langit wilayah pendudukan kini terbuka bagi rudal dan pesawat nirawak Iran. Mereka menambahkan, serangan rudal akan terfokus dan berkelanjutan.

Komunike IRGC juga mengutip peringatan terdahulu dari para komandan seniornya tentang perumpamaan terbukanya gerbang neraka, merujuk pada sistem perlindungan udara Israel yang berhasil ditembus Iran. 

“Gerbang neraka akan terbuka untuk kalian. Rudal-rudal pasukan kedirgantaraan Garda Revolusi akan mencegah kalian menghabiskan waktu sejenak di luar tempat perlindungan bawah tanah. Beberapa hari telah berlalu tanpa kalian melihat sinar matahari," ungkap IRGC.

IRGC bahkan mengeluarkan pesan intimidatif langsung kepada warga Israel: “Pastikan suara sirene tidak akan berhenti sejenak pun. Kalian memilih 'kematian yang lambat' dalam kehidupan mengerikan di dalam tempat perlindungan, atau kalian menyelamatkan diri dari pemboman rudal 24 jam terus-menerus dan melarikan diri secepat mungkin.”

Tentara Israel melaporkan bahwa delapan rudal diluncurkan dari Iran, menargetkan wilayah Tel Aviv dan sekitarnya. Sirene peringatan terdengar di berbagai kota termasuk Hasharon dan beberapa permukiman di Tepi Barat. Namun militer mengklaim seluruh rudal berhasil dicegat.

Radio Angkatan Darat Israel mengutip seorang pejabat keamanan yang menyatakan bahwa rudal-rudal baru Iran luar biasa dalam hal berat dan daya ledaknya.

“Ini adalah jenis rudal yang sangat berat, dengan muatan bahan peledak yang tidak bisa diremehkan,” kata pejabat tersebut.

Selain rudal, sembilan pesawat nirawak Iran juga dilaporkan berhasil dicegat di wilayah Israel utara sejak Rabu pagi.

Sebagai respons atas meningkatnya serangan, Kepala Sensor Israel Brigjen Kobi Mandelblit mengeluarkan perintah darurat yang memperketat kontrol terhadap informasi publik. 

Berdasarkan Peraturan Pertahanan Darurat 1945, perintah ini melarang publikasi konten yang dianggap membahayakan keamanan negara, termasuk di media sosial.

Perintah ini menjadi yang pertama sejak 1988, dan berlaku terhadap segala bentuk pemberitaan atau unggahan terkait lokasi serangan, korban, sistem pertahanan udara, atau dokumen rahasia tanpa izin sensor.

Langkah ini dilakukan setelah meningkatnya pelanggaran terhadap aturan sensor selama eskalasi terbaru, yang oleh pemerintah Israel dinilai “menguntungkan musuh” dan membahayakan personel serta instalasi strategis.

Ketegangan antara Israel dan Iran meningkat tajam sejak Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, meluncurkan serangan ke fasilitas nuklir dan pangkalan militer Iran sejak 13 Juni lalu. Serangan tersebut menewaskan setidaknya 224 orang dan melukai 1.277 lainnya di pihak Iran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal balistik dan drone, yang telah menewaskan lebih dari 30 orang di Israel dan menyebabkan ratusan korban luka.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mendesak Teheran untuk menyerah tanpa syarat. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan Amerika akan menargetkan langsung Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sebuah sinyal bahwa konflik bisa segera meluas ke medan yang jauh lebih besar.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya