Berita

Presiden Prabowo Subianto/I

Politik

Pengamat:

Prabowo Jengkel ke Erick Thohir Gegara BUMN Karya Rajin Sedot APBN

SELASA, 17 JUNI 2025 | 11:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keluhan Presiden Prabowo Subianto terhadap kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya yang disampaikan dalam acara Konferensi Infrastruktur Internasional pekan lalu, dinilai sebagai sikap dongkol terhadap Menteri BUMN Erick Thohir.

Pengamat pemerintahan dari UNPAM, Efriza menilai pernyataan Prabowo dalam forum internasional tersebut terkesan cukup tegas, mengingat BUMN Karya selalu menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan meminta Penyertaan Modal Negara (PMN).

Terlebih, dalam forum itu Presiden Prabowo menyampaikan kinerja minus BUMN Karya di hadapan banyak investor, baik dalam dan luar negeri yang hadir dan siap menanamkan modalnya di Tanah Air.


"Jelas itu itu pernyataan keras Presiden Prabowo tentang kinerja BUMN Karya, karena terus meminta PMN, dan dapat dinilai sebagai bentuk luapan kejengkelan yang disampaikan di muka umum," ujar Efriza kepada RMOL, Selasa 17 Juni 2025.

Pengamat Citra Institute itu memandang, Erick Thohir sebagai Menteri BUMN seharusnya bisa melakukan terobosan-terobosan untuk memastikan sumber pendanaan proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan BUMN Karya tidak selalu berasal dari APBN. 

"Erick Thohir seharusnya segera melakukan pembenahan, dan membuat kebijakan terobosan untuk melakukan pembenahan," tutur Efriza.

Lebih lanjut, magister ilmu politik Universitas Nasional (Unas) itu meyakini Prabowo sudah tidak tahan lagi dengan kondisi BUMN Karya sekarang ini, sehingga harus disampaikan di depan investor dalam forum internasional. 

"Prabowo bukan semata melakukan sindiran ketus saja, tetapi lebih sebagai sebuah bentuk kekecewaan dengan mencoba menawarkan alternatif lebih kepada pihak swasta," demikian Efriza.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya