Berita

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan didampingi Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Ridwan dan jajaran merilis pengungkapan kasus perambahan hutan lindung negara di Kabupaten Kampar./Ist

Presisi

Polisi Bongkar Perambahan Hutan Lindung Si Abu untuk Lahan Sawit

SENIN, 09 JUNI 2025 | 18:23 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polda Riau bertindak cepat. Laporan dugaan praktik perambahan hutan lindung negara secara ilegal di Kampar ditindaklanjuti dengan penetapan tersangka. Bahkan keempat tersangka diamankan tak lewat dari sebulan laporan diterima.

"Para tersangka membuka dan mengelola kebun sawit secara ilegal di kawasan hutan lindung," kata Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin, 9 Juni 2025.

Empat orang yang ditetapkan tersangka yakni Muhammad Mahadir alias Madir (40), Buspami bin Toib (48), Yoserizal (43), dan M. Yusuf Tarigan alias Tarigan (50). Penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan mereka sebagai tersangka karena membuka kebun kelapa sawit tanpa izin di dalam kawasan hutan produksi terbatas dan hutan lindung Si Abu yang berada di Desa Balung, Kecamatan XIII Koto Kampar.


"Ini jelas pelanggaran terhadap undang-undang kehutanan dan perusakan lingkungan,” tegas Irjen Herry.

Polda Riau, katanya, berkomitmen kuat untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan yang mengancam kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Dia menegaskan tidak ada toleransi terhadap perusakan hutan yang menjadi masa depan ekosistem dan masyarakat.

"Melindungi tuah, menjaga marwah, semangat yang menjadi landasan setiap langkah dalam upaya pelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning," tegas Kapolda.

“Tindak pidana kehutanan bukan sekadar pelanggaran administrasi lahan, melainkan kejahatan yang berdampak sistemik terhadap ekologi, iklim, dan keselamatan generasi mendatang," tambahnya.

Irjen Herry menelaskan sebanyak 21 kasus kejahatan kehutanan dengan wilayah terdampak 2.360 hektare telah ditangani Polda Riau sepanjang tahun 2025.  Dia lagi-lagi menegaskan kejahatan lingkungan adalah kejahatan lintas generasi dan green policing akan terus melaksanakan secara nyata dengan kerja kolaboratif bersama DLHK, BPKH, akademisi, aktivis lingkungan, hingga rekan media.

Pengungkapan kasus dengan tersangka Mahadir cs berawal dari laporan masyarakat yang diterima pada akhir Mei 2025. Lahan yang telah dibuka dan ditanami sawit oleh para pelaku diperkirakan mencapai puluhan hektare dengan usia tanaman bervariasi mulai 6 bulan sampai 2 tahun.

Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Ridwan menjelaskan keempat tersangka memiliki peran sebagai pemilik, pengelola, hingga pihak yang menghibahkan lahan melalui skema adat, mulai dari menggunakan berbagai dokumen, seperti surat hibah, kwitansi jual beli, dan perjanjian kerja untuk melegitimasi aktivitas mereka.

“Mereka mencoba menyamarkan aktivitas ilegal ini dengan dokumen hibah dan surat adat. Tapi faktanya, seluruh aktivitas dilakukan di kawasan hutan lindung yang statusnya dilindungi oleh undang-undang,” jelas Ade.

Dalam penindakan di lokasi, tim Polda Riau turut mengamankan barang bukti berupa dokumen transaksi, surat hibah, alat pertanian, alat berat, dan stempel lembaga adat.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 78 UU 41 / 1999 tentang Kehutanan, juncto UU 6 / 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, serta Pasal 92 UU 18 / 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman mencapai 10 tahun penjara dan denda hingga Rp7,5 miliar.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya