Berita

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers virtual, pada Senin malam, 2 Juni 2025/Repro

Nusantara

Korban Meninggal Longsor Gunung Kuda Jadi 21 Orang, 4 Masih Hilang

SELASA, 03 JUNI 2025 | 02:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal dunia dalam bencana longsor di Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang terjadi pada Jumat, 30 Mei 2025.

"Jumlah korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia itu sudah 21 orang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers virtual, pada Senin malam, 2 Juni 2025.

Sosok yang kerap disapa Pak Aab itu mengungkapkan, korban meninggal yang telah ditemukan dan telah dievakuasi tersebut belum seluruhnya, karena masih terdapat sejumlah nama pekerja pertambangan yang belum ditemukan.


"Yang tercatat masih hilang, yang masuk dalam daftar pencarian orang di SAR dan tim yang bekerja di lapangan itu tinggal empat orang," sambungnya.

Sementara, Aab mencatat jumlah korban luka-luka dalam longsor Gunung Kuda tidak signifikan, namun tetap dipastikan penangannya berjalan dengan baik.

"Delapan (korban) luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit, dan daftar pencarian orang tinggal empat orang. Ini kita harapkan bisa selesai segera," ucapnya.

Aab menerangkan, longsor di Gunung Kuda merupakan kejadian yang disebabkan adanya aktivitas pertambangan. Sehingga korban meninggal, hilang, dan luka-luka adalah para pegawai di pertambangan itu.

"Ini adalah daerah yang terdampak longsor di Gunung Kuda. Meskipun daerah sekelilingnya bukan daerah rawan longsor, tapi sebenarnya itu (Gunung Kuda) bukit pasir, bukit kapur, dan material galian C yang fisiknya, topografinya seperti cone atau tempat es krim dibalik, segitiga," papar Aab.

"Nah ini kalau misalkan dipapas, digali (ditambang), yang sebenarnya lerengnya sudah cukup curam ini akan sangat membahayakan dan rawan longsor," sambungnya. 

Aab juga menjelaskan hasil citra satelit sejak aktivitas pertambangan di Gunung Kuda dilakukan, yaitu mulai 2009 hingga 2024. Di mana hasilnya, terjadi penggalian material yang cukup masif dilakukan perusahaan penambang yang beroperasi legal di sana.

"Jadi ini bukan baru-baru ya. Artinya ini sudah hampir 15 tahun. Dan 2009 itu bukan awal pembukaan lokasi Gunung Kuda untuk pertambangan, tapi sudah terbuka mulai dari atas hingga daerah bagian selatan. (Kemudian berkembang di) 2013, 2016 semakin lebar. Dan 2019 makin naik kita lihat yang sebelah kiri, 2020 lebih luas lagi ke atas," jelasnya.

"Izin tambangnya mungkin ditambah, atau memanfaatkan izin yang sudah ada tapi lokasi masih banyak yang belum diolah. Ini 2021 yang tadinya masih belum tersambung kemudian digali juga, volumenya lebih banyak juga. Intensif penggalian mulai 2019, 2020, 2021, 2022, 2023, kemudian 2024," tambah Aab.

Kendati menyimpulkan kejadian longsor di Gunung Kuda Cirebon bukan termasuk bencana alam tetapi kecelakaan akibat tidak memperhatikan rambu-rambu keselamatan kerja, BNPB bersama tim SAR gabungan akan terus berupaya menyelesaikan tugas pencarian korban hilang, hingga masa tanggap darurat selesai.

"Meskipun masa tanggap darurat tujuh hari dari saat kejadian, artinya sampai Jumat minggu ini, tentu saja diharapkan sisa empat korban ini bisa selesai (ditemukan) dalam satu dua hari ini," pungkas Aab.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya