Berita

Ilustrsi/Ist

Bisnis

Tetap Waspada Tapi Tak Perlu Reaktif atas Kebijakan Tarif AS

SABTU, 05 APRIL 2025 | 02:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menyikapi kebijakan tarif perdagangan luar negeri yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Forum Penyelamat Eksistensi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Formasi Kagama) mengimbau pemerintah Indonesia untuk bersikap bijak dan tidak gegabah. 

Menurut Koordinator Formasi Kagama, Defiyan Cori, langkah yang perlu diambil adalah kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap potensi dampak dari kebijakan tersebut.

“Indonesia tidak perlu reaktif, namun tetap hati-hati dan waspada atas gejala yang mungkin ditimbulkan, termasuk dampaknya terhadap kelompok masyarakat tertentu,” ujar Defiyan dalam keterangannya kepada awak media, Jumat, 4 April 2025.


Formasi Kagama menyoroti, pasar keuangan, khususnya Bursa Efek Indonesia (BEI), bisa menjadi sasaran spekulasi oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mempengaruhi opini publik. 

Lanjut Defiyan, potensi permainan yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan harus segera diantisipasi.

“Pemerintah harus cepat tanggap melalui tim ekonomi dan moneter untuk meredam gejolak yang terjadi. Bahkan jika perlu, pemberhentian atau suspensi perdagangan saham di BEI bisa dipertimbangkan,” jelas  ekonom konstitusi ini.

Sementara itu, pendiri Formasi Kagama yang juga Ketua Umum Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N), Alven Stony, menilai krisis ekonomi yang sedang melanda Amerika Serikat dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri melalui kebijakan keberpihakan (afirmatif).

“Pemerintah perlu mendorong penguatan industri nasional, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi. Sektor ini terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis dan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap PDB nasional, yakni lebih dari 60 persen,” ujar Alven.

Ia menambahkan, agar potensi UMKM dan koperasi dapat dimaksimalkan, kebijakan perbankan harus lebih inklusif dan adaptif. 

“Pertumbuhan UMKM dari hulu ke hilir akan sangat mungkin mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di atas 8 persen jika ditopang oleh sistem keuangan yang berpihak,” kata Alven.

Dalam menghadapi perang tarif yang dilancarkan AS terhadap mitra dagangnya, termasuk negara-negara di Eropa dan Tiongkok, Formasi Kagama juga mengajak Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat kerja sama regional.

“Langkah-langkah komunikatif dan diplomatik dengan negara-negara sahabat, terutama sesama anggota ASEAN, penting dilakukan agar kawasan tetap stabil. Presiden Prabowo juga perlu memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat dan pelaku usaha agar tetap percaya diri,” pungkas Defiyan Cori.

Formasi Kagama adalah forum beranggotakan alumni UGM dengan beragam latar belakang profesi dan keilmuan, yang di antaranya aktif melakukan kajian dan kontribusi pemikiran terhadap berbagai isu strategis di ranah nasional maupun internasional.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya