Berita

Presiden Prabowo Subianto/Ist

Politik

Strategi Ekonomi Prabowo Tepat di Tengah Tekanan Tarif Dagang AS

JUMAT, 04 APRIL 2025 | 07:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kebijakan tarif dagang baru Amerika Serikat (AS) sebesar 32 persen untuk barang-barang Indonesia yang masuk ke pasar AS ditanggapi Jurubicara Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dahnil yang merupakan Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji itu menilai bahwa kebijakan tersebut justru menjadi bukti bahwa arah kebijakan ekonomi yang diusung Prabowo selama ini sudah berada di jalur yang tepat.

Menurut Dahnil, langkah AS tersebut memperlihatkan semakin pentingnya Indonesia di mata pasar global, dan sekaligus menegaskan urgensi memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri. 


“Kebijakan Tarif yang dilakukan AS, membuktikan 'bacaan' cermat kebijakan ekonomi yang dipilih Presiden Prabowo sejak awal, yakni memperkuat ekonomi domestik melalui hilirisasi," ujar Dahnil lewat akun X miliknya, Jumat 4 April 2025.

Ia menjelaskan, strategi hilirisasi yang selama ini didorong Prabowo merupakan bagian dari upaya menciptakan nilai tambah di dalam negeri, alih-alih terus bergantung pada ekspor bahan mentah. 

Selain itu, pendekatan diversifikasi mitra ekonomi global dan peningkatan pembiayaan dalam negeri melalui lembaga seperti Danantara dinilai sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi internasional.

Tak hanya itu, Dahnil juga menyinggung kebijakan kewajiban menyimpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari Sumber Daya Alam (SDA) di perbankan nasional. 

“ini adalah cara Presiden Prabowo melindungi ekonomi nasional dari sekedar dikeruk oleh pihak lain," tegasnya.

Dia menambahkan, dengan kebijakan-kebijakan tersebut, Prabowo ingin memastikan bahwa Indonesia tidak mudah goyah oleh tekanan eksternal dan mampu berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi, sambil tetap membuka ruang kerja sama internasional yang adil dan saling menguntungkan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya