Berita

Potret pemimpin Partai Pekerja Kurdistan yang dipenjara, Abdullah Ocalan, selama rapat umum di Istanbul pada Maret 2024/Net

Global

Seruan Ocalan Didengar, PKK Setuju Gencatan Senjata dengan Turki

SENIN, 03 MARET 2025 | 09:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Milisi Partai Pekerja Kurdistan (PKK) menyatakan gencatan senjata segera, menanggapi seruan pemimpin mereka yang dipenjara, Abdullah Ocalan, untuk menghentikan perlawanan bersenjata terhadap Turki dan membubarkan kelompok tersebut.  

Deklarasi ini berpotensi mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung hampir lima dekade dan menyebabkan sedikitnya 40.000 korban jiwa.  

“Kami setuju dengan isi seruan Pemimpin Ocalan sebagaimana adanya, dan kami menyatakan bahwa kami akan mematuhi dan melaksanakan persyaratan seruan tersebut dari pihak kami sendiri. Kami menyatakan gencatan senjata berlaku mulai hari ini,” kata Komite Eksekutif PKK dalam pernyataan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Firat pada Minggu, 2 Maret 2025.  


Kelompok itu juga memuji pernyataan Ocalan, menyebutnya sebagai manifesto yang “menerangi jalan semua kekuatan kebebasan dan demokrasi.”

Namun, mereka menekankan bahwa keberhasilan proses politik bergantung pada kesiapan Turki untuk menerapkan politik demokratis dan landasan hukum yang tepat.

Seruan damai Ocalan, yang disampaikan pada Kamis, 27 Februari 2025, melalui pernyataan yang dibacakan oleh anggota parlemen Turki, menandai titik balik dalam konflik panjang PKK dan pemerintah Turki.  

“Saya menyerukan agar semua pihak meletakkan senjata, dan saya mengemban tanggung jawab historis atas seruan ini. Semua kelompok harus meletakkan senjata dan PKK harus membubarkan diri,” tulis Ocalan dalam pernyataannya.  

Ocalan, yang ditangkap pada 1999 di Kenya dan menjalani hukuman penjara seumur hidup di Turki, sebelumnya telah menyerukan perdamaian dalam beberapa kesempatan, termasuk pada 2013. Namun, perundingan saat itu gagal dan konflik kembali berkobar.    

Seruan damai ini datang di tengah perubahan dinamika politik di Turki. Devlet Bahceli, pemimpin Partai Gerakan Nasionalis (MHP) dan sekutu Presiden Recep Tayyip Erdogan, baru-baru ini mengundang Ocalan untuk datang ke parlemen dan “menyatakan bahwa ia telah meletakkan senjatanya.”

Banyak analis melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi Erdogan untuk mendapatkan dukungan dari Partai DEM yang pro-Kurdi menjelang pemilihan 2028. 

Perubahan konstitusi yang memungkinkan Erdogan mencalonkan diri kembali membutuhkan dukungan mayoritas dua pertiga di parlemen, sehingga aliansi politik dengan kelompok Kurdi bisa menjadi kunci.  

Kurdi merupakan kelompok etnis terbesar di Turki, dengan populasi sekitar 15-20 persen dari total penduduk. Mereka juga memiliki kehadiran yang signifikan di Suriah, Irak, dan Iran.  

Jika seruan Ocalan dan gencatan senjata PKK diterima oleh Turki, hal ini dapat membuka jalan bagi rekonstruksi hubungan historis antara kedua pihak.    

Namun, masih ada skeptisisme mengenai apakah pemerintah Turki akan benar-benar menerima langkah ini atau apakah gencatan senjata ini dapat bertahan lama. 

Sejarah mencatat bahwa proses perdamaian sebelumnya selalu berakhir dengan kebuntuan dan eskalasi konflik baru.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya