Berita

Jelajah Jaringan Korupsi Sumatera Ùtara (Jejak Sumut) melaporkan dugaan rasuah di Langkat, Sumatera Utara ke KPK/Ist

Hukum

Pegiat Antikorupsi Sumut Lapor Dugaan Korupsi ke KPK

SELASA, 25 FEBRUARI 2025 | 17:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Elemen pegiat antikorupsi yang tergabung dalam Jelajah Jaringan Korupsi Sumatera Ùtara (Jejak Sumut) melaporkan dugaan korupsi di Kabupaten Langkat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Koordinator Jejak Sumut, Cairul Hamdi mengatakan, dugaan rasuah ini melibatkan sejumlah pihak dan terindikasi menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.

"Kami mendatangi KPK dengan maksud melaporkan sejumlah persoalan dugaan korupsi di Kabupaten Langkat. Kami nyatakan bahwa Kabupaten Langkat darurat korupsi," kata Cairul Hamdi dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 25 Februari 2025.


Ia tidak mengungkap secara gamblang pihak-pihak mana yang dilaporkan ke KPK. Yang jelas, ia meminta lembaga pimpinan Setyo Budiyanto untuk menindaklanjuti laporannya.

"Kami mendesak KPK segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang telah kami laporkan. Kuat dugaan, hasil korupsi banyak disembunyikan serta disamarkan, sehingga tidak tersentuh," jelas Cairul.

Cairul juga menyoroti tingkat kemiskinan yang masih tinggi di Kabupaten Langkat. Menurutnya, kemiskinan di Langkat terjadi karena efek sosial dari kejahatan korupsi yang cukup masif.

"Dengan luas area Kabupaten Langkat mencapai 626.329 hektare, jumlah penduduk miskin berdasarkan data proyeksi interim di tahun 2024 sebanyak 96,54 ribu jiwa. Ini sangat disayangkan dan menunjukkan efek sosial dari kejahatan korupsi," pungkasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya