Berita

Tentara Korea Utara yang ditawan di Ukraina, Li (26) dan Baek (21)/Net

Dunia

Tentara Korut yang Ditawan di Ukraina Ingin Membelot ke Korsel

RABU, 19 FEBRUARI 2025 | 22:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dalam wawancara eksklusif yang dilakukan oleh surat kabar Chosun di sebuah kamp tawanan perang di Ukraina, dua tentara Korea Utara yang ditangkap selama pertempuran di wilayah Kursk, Rusia, mengungkapkan keinginan mereka untuk melarikan diri ke Korea Selatan. 

Ini merupakan pertama kalinya tawanan perang Korea Utara yang ditugaskan di Rusia berbicara kepada media internasional.

Kedua tawanan tersebut, seorang pengintai dan penembak jitu bernama Lee (26) serta seorang penembak jitu lainnya bernama Baek (21), mengaku berasal dari Biro Umum Pengintaian Korea Utara. 


Mereka dikirim ke Kursk pada Oktober dan November tahun lalu, masing-masing setelah bertugas di militer Korea Utara selama 10 dan 4 tahun.

Dalam wawancara tersebut, Lee menceritakan bahwa pasukan Korea Utara di Kursk diawasi secara ketat oleh agen keamanan. 

Ia juga mengungkapkan adanya propaganda yang disebarkan oleh pemerintah Korea Utara kepada tentaranya, termasuk klaim bahwa pasukan Korea Selatan yang dikerahkan ke Ukraina menyerang pasukan Korea Utara dengan pesawat tanpa awak.

"Mereka mengatakan semua pilot pesawat nirawak militer Ukraina adalah tentara Korea Selatan,"  ujar Lee, seperti dikutip redaksi dari artikel Chosun pada Rabu, 19 Februari 2025. 

Lee, yang berasal dari Pyongyang, mengaku bahwa dirinya awalnya diberitahu akan dikirim ke luar negeri untuk menerima pelatihan. 

"Saya datang ke sini pada tanggal 10 Oktober tahun lalu setelah mendengar bahwa saya akan pergi ke luar negeri untuk menerima pelatihan," kata dia.

Sedangkan Baek, yang kehilangan ayahnya pada tahun ia mendaftar di militer, menyatakan bahwa hanya ibunya yang kini tinggal sendirian di Korea Utara. 

"Ayah saya meninggal pada tahun saya mendaftar, hanya meninggalkan ibu saya seorang diri," ujarnya.

Meskipun mereka dikirim ke medan perang, keduanya memiliki impian sederhana. 

"Mimpi kami adalah melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi setelah keluar dari militer," kata mereka. 

Lee secara khusus mengungkapkan keinginannya untuk pergi ke Korea Selatan.

Selama wawancara, terlihat jelas bekas luka di tubuh Lee. Ia mengalami cedera serius di lengan kanan dan rahangnya akibat tembakan saat pertempuran. 

"Peluru itu menembus lengan saya, mematahkan tulang, dan menembus rahang saya, hingga rahang saya benar-benar patah," jelasnya.

Lee menggambarkan betapa brutalnya pertempuran yang mereka alami. 

"Kami mengalami banyak pengorbanan yang gegabah karena Rusia tidak menembakkan artileri (pertahanan) dengan benar," ujarnya.

Ia juga menceritakan bagaimana rekan-rekannya di kompi tewas akibat serangan drone Ukraina. 

"Semua rekan di kompi saya tewas dan hanya saya yang selamat. Jika saya punya granat, mungkin saya sudah meledakkan diri saya sendiri," paparnya dengan nada getir.

Ketika ditanya tentang rencananya di masa depan, Lee menyatakan keinginannya untuk mengajukan status pengungsi dan pergi ke Korea Selatan. 

"Saya berencana mengajukan status pengungsi dan pergi ke Korea Selatan. Jika saya mengajukan status pengungsi, apakah mereka akan menerima saya?" tanyanya.

Namun, keputusan akhir mengenai apakah tawanan perang Korea Utara dapat pergi ke Korea Selatan bergantung pada kebijakan pemerintah Korea Selatan, menurut pejabat Ukraina yang diwawancarai dalam laporan tersebut.

Lee juga menyampaikan pesannya kepada rekan-rekannya yang masih berada di medan perang di Kursk. 

"Pertama-tama, saya penasaran dengan situasi pertempuran saat ini. Apakah Kursk sekarang sudah sepenuhnya dibebaskan?" tanyanya, menunjukkan kekhawatirannya terhadap nasib para prajurit lain.

Laporan ini memberikan gambaran langka mengenai kondisi tentara Korea Utara yang dikerahkan di luar negeri dan menyoroti bagaimana beberapa dari mereka mulai mempertanyakan loyalitas mereka kepada rezim dan memimpikan kehidupan yang lebih baik di Korea Selatan.

Menurut berbagai laporan intelijen, Korea Utara diduga telah mengirimkan tenaga militer dan senjata untuk membantu Rusia dalam konflik Ukraina. Dukungan ini mencakup pelatihan khusus bagi pasukan Rusia dan kontribusi berupa amunisi serta teknologi militer.

Pihak berwenang Korea Selatan dan komunitas internasional terus memantau pergerakan dan keterlibatan Korea Utara di zona konflik, di tengah kekhawatiran bahwa kolaborasi ini dapat memperburuk situasi di kawasan Asia Timur dan Eropa Timur.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya