Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Harga Emas Dunia Merosot setelah Aksi Ambil Untung

RABU, 12 FEBRUARI 2025 | 09:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emas dunia merosot di tengah kekhawatiran perang dagang global yang dipicu tarif baru Presiden AS Donald Trump.

Dikutip dari Reuters, emas spot turun 0,1 persen menjadi 2.904,87 Dolar AS per ons, pada perdagangan Selasa 11 Februari 2025 atau Rabu pagi WIB. 

Sebelumnya, emas mencapai rekor di 2.942,70 Dolar AS pada awal sesi. 


Harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,1 persen lebih rendah menjadi 2.932,60 Dolar AS per ons.

Analis mengatakan, aksi ambil untung dari pedagang shorter-term futures sebelumnya, membuat pasar menjadi sedikit berlebihan.

Saat ini, trader mencermati data inflasi Amerika, yang akan diluncurkan pada Rabu waktu setempat, untuk petunjuk baru tentang prospek suku bunga di ekonomi terbesar dunia tersebut.

Chairman Fed, Jerome Powell, mengatakan bank sentral tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga mengingat ekonomi yang "secara keseluruhan relatif kuat" dan inflasi yang tetap di atas target 2 persen.

Perak spot melemah 0,4 persen menjadi 31,92 Dolar AS per ons. Platinum turun 0,8 persen menjadi 986,03 Dolar AS. Paladium berkurang 0,3 persen jadi 980,25 Dolar AS.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya