Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Harga Emas Terbang 1,3 Persen

JUMAT, 31 JANUARI 2025 | 07:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emas dunia mencapai rekor tertinggi yang dipicu permintaan safe haven akibat ancaman tarif Amerika.

Dikutip dari Reuters, emas spot naik 1,3 persen menjadi 2.794,42 Dolar AS per ons, pada perdagangan Kamis 30 Januari 2025 atau Jumat WIB. 

Sementara, harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 1,8 persen menjadi 2.845,20 Dolar AS per ons.


Saat ini, investor terus mencermati laporan inflasi sebagai petunjuk tentang jalur kebijakan Federal Reserve.

"Kami melihat ketidakpastian dan kecemasan yang lebih besar mengenai kebijakan baru pemerintahan Trump terkait perdagangan dan kebijakan luar negeri...technical buying baru terjadi karena harga sekarang sedang naik baik dalam emas maupun perak," kata analis Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Indeks Dolar (Indeks DXY) yang turun 0,2 persen membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil US Treasury 10 tahun jatuh ke level terendah dalam lebih dari sebulan.

Kini, investor menantikan laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Amerika periode Desember yang akan dirilis Jumat waktu setempat.

Harga perak spot melambung 2,5 persen menjadi 31,56 Dolar AS per ons, sedangkan Platinum naik 2,5 persen menjadi 970,15 Dolar AS.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya