Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Harga Emas Dunia dan Perak Kompak Jatuh

SENIN, 27 JANUARI 2025 | 14:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas melemah di awal pekan, saat investor menunggu arahan lebih lanjut tentang keputusan suku bunga. 

Dikutip dari Reuters, emas spot turun 0,41 persen menjadi 2.759,19 Dolar AS per ons, pada Senin pagi 27 Januari 2025. Sementara emas berjangka Amerika Serikat menyusut 0,42 persen menjadi 2.794,80 Dolar AS. 

Dolar menguat 0,2 persen di awal perdagangan Asia. Ini membuat emas yang dibanderol dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.


The Fed akan melakukan pertemuan pada 28-29 Januari, yang diperkirakan mempertahankan suku bunga pada kisaran saat ini 4,25 persen hingga 4,50 persen. 

Daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi dapat berkurang jika kebijakan Trump, yang dipandang sebagai inflasi, menyebabkan the Fed mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu lebih lama.

Perak spot merosot 1,29 persen menjadi 30,19 Dolar AS per ons. 

Paladium juga jatuh 1,77 persen menjadi 970,19 Dolar AS. Sedangkan platinum turun 0,68 persen menjadi 944,96.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya