Berita

Pertemuan antara Presiden ke-7, Joko Widodo, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang berlangsung di Keraton Kilen pada Rabu, 15 Januari 2025/Ist

Politik

Motif Batik saat Bertemu Jokowi, Roy Suryo: Sri Sultan Ingin Terhindar dari Energi Negatif

JUMAT, 17 JANUARI 2025 | 19:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kerabat Pakualaman Ngayogyakarta Hadiningrat, Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KMRT) Roy Suryo, mengungkapkan pandangannya terkait pertemuan antara Presiden ke-7, Joko Widodo, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang berlangsung di Keraton Kilen pada Rabu, 15 Januari 2025.

Meskipun pertemuan tersebut berlangsung selama 1,5 jam dan membahas sejumlah isu penting, perhatian publik malah terfokus pada corak batik yang dikenakan oleh kedua tokoh tersebut.

Jokowi mengenakan batik warna biru dengan motif mirip naga, sementara Sri Sultan mengenakan batik dengan corak abstrak.


Sebelum ke motif batik, Roy Suryo menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pertemuan di Keraton Kilen, dan bukan di Gedung Kepatihan, juga mengandung makna yang lebih dalam. Menurutnya, Keraton Kilen yang menjadi simbol dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Lokasi penerimaan ini meski tak banyak dibahas di media (kebanyakan menyoroti soal Hari dan Batik yang digunakan saja), cukup penting dan menjelaskan masing-masing statusnya, meski ada juga netizen yang berkelakar antara Raja Jawa yang asli dan Palsu, ada-ada saja,” kata Roy Suryo kepada RMOL, Jumat 17 Januari 2025.

Selain itu, kata Roy Suryo, pemilihan tanggal Rabu Legi, yang jatuh pada 15 Januari 2025, juga memiliki makna tersendiri.

Dalam tradisi Jawa, angka Neptu yang terbentuk dari perhitungan hari Rabu (7) dan Legi (5) menghasilkan angka 12, yang dianggap memiliki makna khusus.

Angka ini dipandang membawa energi stabil, harmonis, serta kebijaksanaan sebuah pertanda bahwa pertemuan tersebut memiliki makna penting, baik dalam konteks spiritual maupun hubungan formal antara Sri Sultan dan Jokowi.

“Dengan kata lain, pemilihan hari tersebut bagus untuk memulai sesuatu yang baru atau mempererat hubungan, baik secara personal maupun formal, sebagaimana kita tahu memang ada beberapa hal yang perlu didiskusikan antara Ngarso Dalem Sri Sultan HB X selaku Raja Jawa (asli) tersebut dan Jokowi,” kata Roy Suryo.

Namun, masih kata Roy Suryo, yang paling menarik perhatian adalah makna dari motif batik yang dikenakan kedua tokoh tersebut.

Ia mengurai bahwa batik yang dikenakan Jokowi memiliki motif naga, yang dalam mitologi Jawa dikenal dengan nama Antaboga.

Antaboga, yang digambarkan sebagai naga berkepala mahkota dan bertubuh sakti, dipercaya dapat menolong manusia dalam situasi genting, bahkan dianggap sebagai penyebab gempa bumi dalam cerita pewayangan. Motif ini mengandung simbol kekuatan, perlindungan, dan keharmonisan.

Di sisi lain, batik yang dikenakan Sri Sultan adalah Batik Gringsing, yang memiliki arti "tidak sakit" atau "terbebas dari penyakit."

“Batik Gringsing dipercaya telah ada sejak zaman Mataram Kuno dan memiliki hubungan erat dengan simbolisme spiritual dalam kebudayaan Jawa. Motif ini sering diasosiasikan dengan perlindungan dari energi negatif dan membawa kedamaian, keseimbangan serta kesehatan,” jelas mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini.

Dalam budaya Jawa, lanjut Roy Suryo, Batik Gringsing juga sering digunakan dalam ritual atau acara penting karena diyakini memiliki nilai spiritual yang membawa keberuntungan dan harmoni.

“Kesimpulannya jelas, makna keseluruhan antara Batik Gringsing yang dikenakan Ngarso Dalem Sri Sultan HB X selaku Raja Jawa (asli) saat menerima JokoWi pada hari Rabu Legi 15/01/25 kemarin di Kraton Kilen, bukan Kepatihan,” tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya