Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Laporan Data Inflasi AS Bikin Harga Emas Lanjutkan Kenaikan

KAMIS, 16 JANUARI 2025 | 12:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas masih melanjutkan kenaikan. 

Emas spot menguat 0,6 persen menjadi 2.693,63 Dolar AS per ons pada perdagangan Rabu 15 Januari 2025 atau Kamis pagi WIB. 

Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup melonjak 1,3 persen menjadi 2.717,80 Dolar AS.


Kenaikan ini dipicu oleh merosotnya Dolar AS setelah data inflasi inti Amerika tercatat lebih rendah dari ekspektasi.

Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,1 persen, membuat emas batangan lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga merosot. 

Pasar memperkirakan The Fed akan memberikan penurunan suku bunga sebesar 40 basis poin (bps) pada akhir tahun, dibandingkan sekitar 31 bps sebelum data inflasi tersebut dirilis.

Saat ini, investor khawatir bahwa potensi tarif yang diusung Presiden terpilih Donald Trump dapat memicu inflasi dan membatasi kemampuan The Fed untuk memangkas suku bunga lebih jauh.

Harga perak spot melambung 2,6 persen menjadi 30,66 Dolar AS per ons. Platinum juga naik 0,2 persen menjadi 937,58 Dolar AS dan Paladium melesat 2,6 persen menjadi 962,98 Dolar AS.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya