Berita

Kolase Anies Baswedan dan Joko Widodo/Ist

Politik

Geisz Chalifah:

Jokowi Memalukan, Anies Membanggakan

KAMIS, 02 JANUARI 2025 | 10:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam nominasi Tokoh Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). 

Berita ini menuai reaksi keras dari berbagai pihak yang menganggap hal tersebut memalukan dan mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia.

Pengamat politik Geisz Chalifah ikut mengomentari isu tersebut. Ia membandingkan prestasi Jokowi dengan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan. 


Menurutnya, Anies memiliki rekam jejak yang jauh lebih membanggakan. Anies telah menerima tujuh penghargaan dunia sebelum menjabat sebagai pejabat negara. 

Di antaranya 100 Intelektual Publik Dunia oleh Foreign Policy pada 2008, 20 Tokoh Pembawa Perubahan Dunia oleh Foresight - April 2010, 500 Muslim Berpengaruh di Dunia oleh The Royal Islamic Strategic Studies Center - Juli 2010.

"Selain itu, di masa kepemimpinannya, Pemprov DKI Jakarta berhasil meraih delapan penghargaan internasional,” kata Geisz lewat akun X miliknya, Kamis 2 Januari 2025.

Mantan komisaris Ancol itu juga menyoroti perbedaan dalam penggunaan jabatan. Dia menegaskan, Anies tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi atau keluarganya. 

"Membanggakan dan nggak memalukan negeri," pungkas Geisz.



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya