Berita

WAkil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederich Palit/tangkapan layar

Politik

Empat Catatan Kritis Komisi XI terhadap PPN 12 Persen

RABU, 01 JANUARI 2025 | 18:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen terhadap barang mewah mendapat catatan khusus dari Komisi XI DPR RI.

Pertama, kebijakan yang berlaku per 1 Januari 2025 ini harus berdampak pada kebangkitan ekonomi nasional.

“Kinerja ekonomi nasional harus semakin membaik, sehingga ikut berdampak bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan penghasilan rakyat,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit, Rabu, 1 Januari 2025.


Catatan kedua, politikus PDIP ini berharap PPN 12 persen bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta menggenjot penerimaan negara dari segala sektor.

“Pertumbuhan ekonomi berkualitas, sehingga akan mendorong penerimaan negara,” katanya.

Ketiga, pemberlakuan PPN 12 persen terhadap jasa dan barang mewah harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan publik. Sebab pelayanan yang baik akan berdampak pada psikologis rakyat bahwa negara memang hadir.

Terakhir, Komisi XI DPR meminta ada efisiensi belanja negara dan lebih memprioritaskan kepentingan rakyat, terutama kelas ekonomi kecil dan menengah.

“Efisiensi dan efektivitas belanja negara harus ditunjukkan dengan penanganan urusan-urusan rakyat, sehingga hidup rakyat semakin mudah dan nyaman,” ucapnya.

Hal lain yang tidak kalah penting, pemerintah wajib melakukan sosialisasi terkait jenis barang dan jasa terkena PPN 12 persen secara detail agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Pemerintah juga harus menjelaskan dan menyosialisasikan daftar barang dan jasa yang diklasifikasikan mewah, sehingga rakyat mendapatkan informasi yang jelas dan tuntas,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya