Berita

Kendaraan produksi Xpeng Motor/Xpeng

Otomotif

Xpeng Rekrut 6.000 Pekerja Baru di 2025, Siap Hadapi Persaingan Pasar Otomotif

RABU, 01 JANUARI 2025 | 12:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produsen kendaraan listrik asal China, Xpeng Motors, berencana mempekerjakan lebih dari 6.000 pekerja di  2025. 

Pendiri dan CEO Xpeng, He Xiaopeng, memprediksi persaingan di pasar kendaraan listrik akan semakin ketat pada tahun ini dengan perang harga yang diperkirakan akan dimulai pada Januari. 

"Antara tahun 2025 dan 2027, sektor otomotif Tiongkok akan memasuki fase konsolidasi di seluruh industri," kata He Xiaopeng, seperti dikutip dari CEO World, Rabu, 1 Januari 2025.


Ia menambahkan bahwa meskipun adopsi kendaraan energi baru (NEV) diperkirakan akan terus meningkat, tekanan biaya yang semakin tinggi dan fitur produk yang semakin seragam akan mendorong persaingan yang lebih ketat. 

"Perusahaan yang tidak memiliki kekuatan inti, seperti kemampuan R&D yang kuat, teknologi cerdas, dan pemasaran yang efektif, mungkin akan menghadapi tantangan signifikan dalam pertumbuhan yang berkelanjutan," tambahnya.

Selain pekerja baru, He juga mendorong mantan karyawan untuk kembali ke perusahaan, mengajak karyawan saat ini untuk berhubungan kembali dengan mantan rekan satu tim.

Saat ini, Xpeng telah memasuki 30 negara dan wilayah, dengan target untuk memperluas jejak globalnya ke lebih dari 60 pasar pada tahun 2025. 
Sebagai bagian dari strategi produk mereka, He menegaskan kembali bahwa Xpeng akan meluncurkan kendaraan baru atau yang telah diperbarui hampir setiap kuartal pada tahun 2025. 
Beberapa model ini, yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun, diharapkan memiliki kemampuan teknologi yang tak tertandingi dibandingkan dengan model lain di industri ini.

He menjelaskan bahwa strategi inti Xpeng akan berpusat pada penciptaan jajaran produk yang ramping dan berbeda, dengan fokus yang kuat pada pasar global.

Melalui langkah-langkah ini, Xpeng bertujuan memperkuat posisinya di pasar yang berkembang pesat, mempertahankan keunggulan kompetitif dalam lanskap NEV global.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya