Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Wall Street Menutup Tahun dengan Penjualan yang Lemah, Tesla dan Nvidia Terjerembab

RABU, 01 JANUARI 2025 | 09:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Amerika Serikat (AS) melemah saat investor menutup tahun 2024 yang penuh kejutan. 

Sepanjang 2024, Wall Street didorong ke rekor tertinggi yang dipicu oleh saham-saham teknologi kecerdasan buatan. 

Wall Street juga tertekan oleh meningkatnya pertikaian geopolitik, pemilihan presiden Amerika, dan spekulasi yang berubah-ubah mengenai arah kebijakan the Fed pada 2025.


Dikutip dari Reuters, tiga indeks saham utama Wall Street ditutup di wilayah negatif.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 29,51 poin, atau 0,07 persen menjadi 42.544,22, dalam perdagangan Selasa 31 Desember 2024, atau Rabu WIB. 

S&P 500 menyusut 25,31 poin, atau 0,43 persen menjadi 5.881,63. Sementara Nasdaq Composite jatuh 175,99 poin, atau 0,90 persen, menjadi 19.310,79.

Analis mengatakan, tidak ada Santa Claus rally pekan ini. Investor menerima hadiah berupa keuntungan pada 2024. 

"Tahun 2024 merupakan tahun yang luar biasa untuk keuntungan ekuitas yang didorong oleh tiga faktor, yaitu ledakan AI, serangkaian pemotongan suku bunga the Fed, dan ekonomi Amerika yang kuat," ujar Greg Bassuk, CEO AXS Investments di New York. 

Di antara 11 sektor utama S&P 500, jasa komunikasi, teknologi, dan consumer discretionary merupakan sektor dengan persentase kenaikan terbesar pada 2024, melambung antara 29,1 persen dan 38,9 persen pada periode tersebut.

Perawatan kesehatan, real estat, dan energi merupakan sektor yang mencatat kenaikan satu digit, sementara material merupakan satu-satunya sektor yang mengalami penurunan pada 2024, merosot hampir 1,8 persen.

Di Nasdaq, 2.013 saham menguat dan 2.336 lainnya melemah, dengan jumlah saham yang turun melampaui yang naik dengan rasio 1,16:1.

Baird Medical Investment Holdings naik 623,81 persen, dan Aptorum A naik 104,38 persen. 

Nike dan Chevron masing-masing melaju dengan kenaikan 1,37 persen dan 1,24 persen. Sementara Nvidia dan Amazon harus anjlok masing-masing di 2,33 persen dan 0,86 persen. Microsoft juga melorot 0,78 persen.

Hal yang sama terjadi pada Tesla yang rugi 3,25 persen dan Nvidia yang jatuh 2,33 persen.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Reagen dan Uswanas Bakal Bertarung di Musdalub HIPMI Malut

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:18

Danantara dan Bank Himbara Diminta Bantu Pendanaan Proyek Sekolah Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:15

Kejagung Bakal Umumkan Perusahaan Diduga Terlibat Under Invoicing CPO

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:52

Thailand Memimpin, Vietnam Melesat, Indonesia Masih Bicara Potensi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:31

Wali Kota Agustina Hadirkan Semangat untuk Meraih Mimpi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:13

India Kurangi Pembelian, Harga CPO Juni 2026 Langsung Anjlok

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:53

Ketika Dua Unsur Semesta Bersatu Menuju Candi Borobudur

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:48

Gubernur Khofifah Dapati Minyakita Dijual Lampaui HET

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:47

Menteri PU Sidak Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara, Progres Konstruksi 45 Persen

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:13

PDIP: Perlu Kajian Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:52

Selengkapnya