Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Netizen Mulai Ragukan Bayi Rauf Tertukar

RABU, 18 DESEMBER 2024 | 20:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Polres Metro Jakarta Pusat bersama tim gabungan telah melakukan proses ekshumasi di TPU Semper Cilincing Jakarta Utara terhadap jasad bayi yang tertukar di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih.

Tim gabungan terdiri dari Instalasi Kedokteran Forensik RS Bhayangkara dan Pusdokkes Polri membongkar makam bayi tersebut dengan disaksikan orang tua, pihak RSI Cempaka Putih, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).  

Proses ekshumasi atau pembongkaran makam dilakukan untuk keperluan pemeriksaan DNA, dengan mengambil tulang scapula dan tulang femur dari jenazah bayi. 


Kapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Susatyo Purnomo Condro menyampaikan, tes DNA akan dilakukan oleh tim forensik RS Polri. Hasil pemeriksaan diperkirakan akan keluar dalam waktu dua minggu.

“Tentunya kami dasarnya dari keterangan dari orang tua ya dari bapaknya yang waktu itu sempat viral di medsos ada perbedaan adanya kelainan pada bayinya. Itu kan secara fisik yang dilihat, hari ini kami ingin memastikan secara DNA bahwa bayi tersebut bahwa orang tuanya adalah benar,” jelas Susatyo, melalui keterangannya, Rabu 18 Desember 2024.  

Polemik bayi tertukar ini pertama kali bergulir di media sosial saat akun @Rauf97_ mengunggah sebuah video pada 1 Desember 2024 yang menceritakan bayinya yang lahir melalui operasi Caesar di RSIJ Cempaka Putih tertukar. Bayi tersebut lahir dalam kondisi penyakit jantung bawaan dan memerlukan perawatan intensif di ruang NICU. Satu hari kemudian, Rauf mendapat kabar sang bayi meninggal dunia.  

Selang satu hati, Rauf menggali makam sang anak dan merasa ukuran jenazah anaknya lebih besar daripada saat dilahirkan. Atas dasar perbedaan fisik itulah, ia meyakini bayi yang meninggal tersebut bukanlah bayi yang dilahirkan istrinya.  

Dalam video yang sama, Rauf juga menyoroti bahwa ia tidak berkesempatan melihat sang anak saat dalam perawatan di NICU. Hal inilah yang menimbulkan kecurigaan bagi Rauf dan keluarga.  

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ruang NICU adalah area steril yang tidak boleh dimasuki sembarang orang, tak terkecuali orang tua dari bayi yang dirawat. Tiap rumah sakit memiliki kebijakan yang berbeda dalam membatasi jumlah pengunjung dan jam kunjungan ke ruang NICU. Aturan ini diberlakukan agar risiko paparan infeksi ke bayi dapat diminimalkan dan bayi tidak terganggu dengan suara bising.

Sehingga tidak heran, usai persalinan Rauf hanya mendapat kesempatan bertemu sang bayi saat proses diadzankan. Karena setelah itu sang bayi harus segera mendapatkan perawatan intensif di ruang NICU.  

Video kronologis yang disampaikan Rauf melalui sejumlah akun media sosialnya, baik di TikTok maupun Instagram, mendapat berbagai respons dari netizen. Semula ia memang mendapatkan simpati netizen. Namun belakangan, netizen mulai meragukan dugaan bayi tersebut tertukar.  

“Ortunya ngira ketuker, karena anak yang meninggal dunia wajahnya berubah. Yang namanya bayi baru lahir sudah pasti di luar ngembang. Apalagi kalau sudah jadi jenazah. Tapi dari kepala dan hidung sama persis kok,” respons akun @naira_allul yang dikutip Rabu, 18 Desember 2024.  

“Setelah saya baca kronologisnya, kenapa minta induksi terlebih dahulu? Padahal kata dokter, pas USG air ketuban sudah sedikit bahkan sudah ada surat rujukan untuk Caesar,” tulis akun @enatatia.camerin.  

Selain itu, tak sedikit pula netizen yang meminta agar Rauf dan keluarga untuk tidak lagi menyangkal bayi yang meninggal tersebut adalah anak biologisnya. 

“Itu bayinya sama lo kak mukanya, kasihan banget dedeknya, orang tuanya sendiri gak mengenalimu dek,” tulis akun @putri.naga.ningrum.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya