Berita

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar/Ist

Politik

Apapun Hasil Pilkada, Cak Imin Imbau Tetap Jaga Persahabatan

RABU, 27 NOVEMBER 2024 | 17:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menko Pemberdayaan Masyarakat, sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 2024.

Melalui akun Instagram miliknya, sosok yang akrab disapa Cak Imin itu bertanya kepada followers-nya mengenai hasil penghitungan suara di wilayahnya masing-masing.

"Sudah ada hasilnya belum?" tanya Cak Imin seperti dikutip redaksi, Rabu 27 November 2024.


Saat ini sejumlah lembaga survei mulai merilis hasil quick count atau hitung cepat Pilkada yang digelar di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. 

Meski sudah ada hasil sementara, masyarakat diimbau tetap menunggu hasil resmi dari masing-masing Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

"Apapun hasilnya tetap jaga persatuan dan persahabatan ya," tandas mantan Cawapres Koalisi Perubahan pendamping Anies Baswedan tersebut.

Hasil hitung cepat bisa menjadi gambaran dalam mengetahui hasil sementara Pilkada. Bukan menjadi rujukan resmi untuk mengetahui hasil final. 

Hasil resmi Pilkada 2024 baru akan disampaikan sekitar 19 hari setelah pemungutan suara, yaitu pada 16 Desember mendatang. KPU masing-masing daerah akan melakukan rekapitulasi berjenjang.

Menurut data KPU, ada 1.557 pasangan calon pada Pilkada 2024. Rinciannya, 103 paslon gubernur dan wakil gubernur, 1.169 paslon bupati dan wakil bupati, serta 285 paslon wali kota dan wakil wali kota.

Sementara pemilihan dengan satu paslon atau calon tunggal terdapat 37 paslon. 1 paslon gubernur dan wakil gubernur, dan 31 paslon bupati dan wakil bupati, serta 5 paslon wali kota dan wakil wali kota.

Sedangkan daftar pemilih tetap pada Pilkada 2024 sebanyak 203.657.354 pemilih. Rinciannya, 101.645.993 laki-laki dan 102.011.361 perempuan. Ada 435.296 TPS yang tersebar di seluruh Indonesia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya