Berita

Abdul Raup, warga Jalan H. Katam, Kampung Tipar, Mekarsari, Cimanggis/RMOL

Politik

Warga Disabilitas Minta Tak Perlu Antre Waktu Nyoblos

RABU, 27 NOVEMBER 2024 | 09:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pencoblosan Pilkada Serentak 2024 turut diikuti  warga disabilitas, salah satunya di daerah Mekarsari, Cimanggis, Depok, Rabu, 27 November 2024. 

Abdul Raup (51), warga Jalan H. Katam, Kampung Tipar, Mekarsari, Cimanggis, Depok, menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) 39.

Pantauan RMOL di lokasi, Abdul Raup nampak menggunakan kursi roda saat menyambangi TPS 39 dengan didampini putranya. 


Dia menjelaskan, pelayanan oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sudah baik. 

"Sudah ramah, karena dilayani dengan baik, didorong sampai dalam sama petugas," ujar Abdul Raup kepada RMOL.

Ayah dari dua anak itu menjelaskan, pelayanan petugas KPPS tetap memperhatikan batasan-batasan yang diatur. Dimana, kerahasian pemilih ketika mencoblos tetap dijaga. 

"Ditungguin (sama petugas KPPS),  tapi di luar bilik suara. Abis itu dianter keluar lagi," sambungnya.

Kendati pelayanan petugas KPPS sudah baik, Abdul Raup tetap memberikan catatan terkait dengan kesiapan ruang lingkup TPS yang belum memperhatikan kelompok disabilitas. 

"Satu TPS harusnya disiapkan untuk disabilitas, supaya mempermudah penusukannya," kata Abdul Rauf. 

"Karena tadi kelihatan kaya tidak ada persiapan, jadi harus digeser dulu kursi-kursi yang buat pemilih nunggu," sambungnya. 

Oleh karena itu, dia meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilihan agar memperhatikan luasan ruang yang cukup ramah bagi kelompok disabilitas. 

"Saran untuk ke depan, buat penyandang disabilitas diutamakan, misalnya dari tempatnya, dari waktunya. Karena kalau penyandang disabilitas kan baiknya didahulukan, enggak usah pakai nomor antrean," demikian Abdul Raup.



Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya