Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Konflik Geopolitik Global Berpotensi Picu Kerugian Ekonomi Dunia hingga Rp227 Ribu Triliun

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 18:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ekonomi global terancam mengalami kerugian besar, mencapai 14,5 triliun Dolar AS (Rp227 ribu triliun) dalam lima tahun ke depan, jika konflik berskala besar mengguncang sektor perdagangan internasional.

Menurut laporan terbaru dari perusahaan asuransi terkemuka Lloyd’s of London yang dikutip Kamis, 10 Oktober 2024,  gangguan terhadap pola perdagangan global akibat konflik geopolitik dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi yang signifikan. 

Dalam laporan tersebut, Eropa dijadikan sebagai contoh wilayah yang sangat bergantung pada impor untuk komoditas vital seperti semikonduktor, yang berperan penting dalam industri otomotif dan elektronik.


Laporan tersebut memperkirakan bahwa jika konflik meluas dan perdagangan global terganggu, Eropa dapat merugi hingga 3,4 triliun Dolar AS dalam lima tahun. 

Sementara itu, lebih dari 80 persen perdagangan internasional, yang melibatkan sekitar 11 miliar ton barang melintasi lautan setiap saat, dapat terhambat, mengakibatkan perlambatan ekonomi dunia.

Negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik atau yang sangat bergantung pada perdagangan internasional diprediksi akan merasakan dampak paling parah.

Direktur Urusan Korporasi Lloyd's, Rebekah Clement, menyatakan bahwa laporan ini bertujuan untuk memberikan panduan kepada pemerintah, perusahaan asuransi, dan manajer risiko tentang ancaman global yang mendesak.

"Asuransi risiko politik dan asuransi risiko perang dapat membantu para pelaku bisnis melindungi diri dari potensi kerugian akibat gangguan perdagangan," jelas Clement dalam pernyataannya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya