Berita

Wakil Presiden terpilih 2024 Gibran Rakabuming Raka (tengah)/Net

Politik

Gibran Harus Jadi Pemimpin Muda Penjaga Keutuhan NKRI

RABU, 02 OKTOBER 2024 | 11:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilu 2024, Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden terpilih diharapkan dapat menjadi sosok yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Koordinator Relawan Bolone Mase Ciayumajakuning, Mohamad Bisri Robis mengatakan, Gibran yang pada 1 Oktober kemarin genap berusia 37 tahun harus tampil sebagai pemimpin muda yang dapat menjaga amanah rakyat.

"Semoga di usia ke-37 Mas Gibran sebagai pemimpin muda terus berkolaborasi dengan Pak Prabowo Subianto (selaku Presiden terpilih 2024) untuk menjaga persatuan seluruh rakyat Indonesia," ujar Bisri dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu (2/10).


Dia berharap, Gibran tak terpengaruh mencuatnya isu Fufufafa yang dituduhkan kepada dirinya. Karena menurutnya, isu itu sengaja dihembuskan oleh sejumlah pihak yang memiliki dendam pribadi pada keluarga Presiden Joko Widodo.

Dia memandang, penggiringan opini negatif yang diarahkan pada Gibran sangat kontra produktif, karena sarat akan merusak keharmonisan antara keluarga Presiden Jokowi dengan Capres terpilih Prabowo Subianto.

"Kami melihat masih banyak pihak-pihak yang benci dan memiliki dendam pribadi pada keluarga Presiden Joko Widodo untuk memecah belah dan mengadu-domba rakyat," tuturnya.

Karena itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas konstelasi politik jelang pelantikan Prabowo-Gibran, pada 20 Oktober 2024 yang tinggal 18 hari lagi.

"Kami mengajak semua elemen kembali merajut persatuan sesama anak bangsa dan memberikan ruang positif jelang pelantikan Prabowo-Gibran sebagai Presiden-Wakil Presiden periode 2024-2029," demikian Bisri menambahkan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya