Berita

Wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka/Ist

Publika

Hanya Gibran yang Bisa Tuntaskan Fufufafa

OLEH: ADIAN RADIATUS*
SELASA, 24 SEPTEMBER 2024 | 13:34 WIB

DARI hari ke hari sejak 14 hari lalu, semakin tampak jelas terang-benderang pemilik akun Kaskus Fufufafa  merujuk pada nama Gibran Rakabuming Raka yang tak lain dan tak bukan adalah Wapres terpilih pendamping Presiden Prabowo Subianto yang akan dilantik pada 20 Oktober 2024.

Secara "kepala dingin" dan juga mungkin dengan "berdarah dingin" atas nama konstitusi, masalah akun Fufufafa itu bisa diabaikan dengan risiko menekan perasaan para tokoh yang terdeteksi dihujat di dalamnya.

Belum lagi meningkatnya sinisme dan kemarahan publik sebagai cermin moralitas perasaan rakyat bila dipimpin oleh sosok dengan karakter Fufufafa.


Mau dibersihkan dan diputihkan dengan apapun tampaknya sudah terlalu sulit. Mustahil bahkan dapat menjadi catatan kelam rakyat Indonesia pada titik akumulasinya kelak. Akan menjadi benih persoalan pelik moralitas pemerintahan baru yang akan datang. 

Memang sementara ini masih terbatas pada dunia media sosial, pemerhati, pakar politik, ahli telematika dan pecinta negeri, termasuk mereka yang berada dalam deretan nama di dalamnya. 

Presiden terpilih Prabowo Subianto sendiri dikabarkan tak ambil pusing urusan Fufufafa ini. Namun tentunya harus membaca perasaan rakyat dan pendukungnya juga.

Selain pengaruh Gibran atas kemenangan Prabowo juga tak signifikan kontribusinya, konten-konten di akun Fufufafa ini sungguh mencederai alam kebatinan penyayang dan pembela Prabowo Subianto yang tulus ikhlas totalitas tanpa pamrih sejauh ini.

Oleh karena itu sebagai seorang yang akan berlaku sebagai negarawan, apalagi masih terbilang usia muda, kiranya diperlukan keberanian besar seorang kesatria Indonesia sejati dari Gibran Rakabuming sendiri untuk menuntaskan keterkaitan dirinya dengan akun Fufufafa ini.

Kemudian suatu tindakan konstitusi diperlukan untuk menyelesaikan secara kenegaraan baik lewat pengunduran diri secara terhormat maupun mekanisme lainnya yang  dibenarkan dan sah secara konstitusi. 

Para ahli tata negara dapat merumuskan hal ini demi kepentingan kehormatan Negara semata-mata.

Adalah teramat berat bila pemimpin tertinggi kedua sebuah pemerintahan terlibat sebuah skandal meskipun tidak terbukti dalam fakta realita.

Tetapi beberapa postingan di akun Fufufafa menunjukan semacam "skandal seks" secara imajiner yang bersangkutan. Belum lagi narasi-narasi vulgar lainnya.

Meskipun Gibran asli telah membantahnya secara langsung, namun Gibran perlu membantu dengan kemampuan dan fasilitasnya membongkar Gibran palsu itu (bila memang demikian), dan menyeretnya ke depan Pengadilan, dikecualikan tidak demikian adanya.

Sehingga memang jelas terkait Fufufafa ini hanya Gibran yang dapat menuntaskannya.

Karena secara langsung atau tidak telah menanam ketidaknyamanan dan sangat tidak sehat serta kemungkinan menimbulkan sinisme bahkan sikap antipati secara moralitas sebagai resiko yang sesungguhnya tidak perlu ada dalam tim Kepresidenan Prabowo Subianto pada saatnya nanti.

*Penulis adalah pemerhati sosial politik



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya