Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Demi Masa Depan Hijau, Kerja Sama Ekonomi Australia-Jepang Harus Diperbarui

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 14:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kemitraan ekonomi antara Jepang dan Australia harus diperbaharui terutama yang berpusat pada sumber daya alam Australia, khususnya batu bara sebagai komitmen untuk masa depan netral karbon.

Begitu disampaikan Perdana Menteri New South Wales Chris Minns kepada para pemimpin bisnis dan pembuat kebijakan yang berkumpul di Sydney dalam Forum Nikkei, Senin (9/9).

Menurut Minns, Jepang dan Australia harus mulai memanfaatkan keunggulan dan kekuatan komparatif kedua negara untuk mendorong generasi energi yang lebih murah, lebih hijau, dan lebih bersih berikutnya.


“Kita harus berpikir kreatif tentang dari mana peluang masa depan akan datang,” kata Minns, seraya menambahkan bahwa negara bagian akan terus mendukung eksplorasi mineral seperti mineral penting dan emas. 

Ia juga menyarankan untuk berpikir melampaui ekstraksi dan ekspor mineral dan mulai berpikir tentang apa yang dapat diberikan Australia kepada seluruh dunia.

Jepang merupakan pasar gas alam cair (LNG) terbesar Australia dengan nilai 26,8 miliar dolar Australia dan batu bara termal sebesar 22 miliar dolar Australia dan merupakan importir batu bara kokas Australia terbesar kedua dengan nilai 13,2 miliar dolar AS.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya