Berita

Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris/Capital Public Radio

Dunia

PEMILU AMERIKA SERIKAT

Jelang Debat, Kamala Harris Diwanti-wanti Demokrat

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 14:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Beberapa hari menjelang debat pertama yang ditunggu-tunggu, Partai Demokrat memperingatkan kandidatnya yakni Kamala Harris untuk tetap fokus menghadapi pesaing dari Republik, Donald Trump.

Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg, seorang Demokrat, menilai Trump sebagai sosok yang cukup sulit ditaklukkan saat debat, sehingga Harris harus berusaha keras.

"Lebih banyak yang akan dibutuhkan untuk menangani Donald Trump. Kamala Harris harus super fokus dan teliti," tegasnya, seperti dikutip dari AFP pada Senin (9/9).


Menurut Buttigieg, Trump ahli dalam menarik perhatian publik dan membuat acara debat nanti seolah tentang dirinya. Harris diminta tidak banyak berbicara soal lawannya.

"Bukan karena Donald Trump ahli dalam menjelaskan ide kebijakan dan bagaimana ide tersebut akan membuat orang menjadi lebih baik. Itu karena dia ahli dalam mengambil bentuk atau format apa pun yang ada di televisi dan mengubahnya menjadi acara yang hanya tentang dirinya," jelasnya.

Dalam wawancara terpisah dengan CNN's State of the Union pada hari Minggu (8/9), Senator John Fetterman dari Demokrat membagikan proyeksinya tentang debat tersebut, mengakui bahwa Trump hebat dalam berdebat, tetapi Harris bisa lebih baik.

"Maksud saya, kita semua dapat mengingat bahwa ia (Trump)menghancurkan semua Partai Republik, ia hebat dalam berdebat. Tetapi pada akhirnya, saya tidak percaya debat ini akan menjadi definitif karena akan bergantung pada pilihan ini dan akan berlangsung ketat," kata Fetterman.

Orang Amerika akan menyaksikan debat yang sangat dinanti-nantikan di panggung ABC News di Philadelphia pada Selasa (10/9) dengan banyak kecemasan dan kegembiraan setelah penampilan Presiden Joe Biden yang kurang bersemangat melawan Trump di Atlanta Juni lalu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya