Berita

Kamala Harris/Foto: Reuters

Dunia

Peramal Sakti Pilpres AS Ramalkan Kemenangan Kamala Harris

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Baru-baru ini sejarawan terkenal Amerika Serikat Allan Lichtman meramalkan bahwa calon dari Partai Demokrat Kamala Harris akan mengalahkan pesaingnya dari Partai Republik Donald Trump pada November mendatang.

Profesor sejarah di American University yang dikenal luas sebagai 'Nostradamus' - peramal handal - pemilihan presiden AS tersebut, mengatakan metodenya sama sekali mengabaikan jajak pendapat. Sebaliknya, didasarkan pada serangkaian 13 pertanyaan benar atau salah yang konon memegang "kunci" menuju Gedung Putih.

"Kamala Harris akan menjadi presiden Amerika Serikat berikutnya – setidaknya itulah prediksi saya untuk hasil pemilihan ini," kata Lichtman kepada The New York Times, dikutip dari RT, Senin (9/9).


Dia menjelaskan bahwa dari 13 pertanyaan yang disebutnya sebagai  'kunci', delapan di antaranya mendukung calon dari Partai Demokrat itu. 

Lichtman mengklaim bahwa Harris telah memperoleh keuntungan dari tidak adanya kandidat pihak ketiga yang kuat setelah Robert F Kennedy Jr yang menarik diri dari pemilihan bulan lalu. 

Dia juga mengutip indikator ekonomi jangka pendek dan jangka panjang yang positif, dugaan pencapaian legislatif yang ditetapkan oleh pemerintahan Biden, dan persepsi tidak adanya kerusuhan sosial atau skandal yang terkait dengan Gedung Putih, sebagai faktor yang menguntungkan kandidat dari Partai Demokrat.

Selain itu, kata Lichtman, fakta bahwa Harris tidak harus menjalani proses pencalonan partai, sementara semua kandidat lain mendukungnya, juga merupakan nilai tambah bagi wakil presiden.

Prediksi yang sama ia ulangi lagi saat berbicara kepada Fox News Digital pada Sabtu (7/9), dengan mengatakan bahwa, setelah mundurnya Joe Biden dari pencalonan, Partai Demokrat akhirnya menjadi cerdas dan bersatu di belakang Harris.

Lichtman mengatakan bahwa ia telah meramalkan dengan tepat hasil dari sembilan dari sepuluh pemilihan presiden sejak tahun 1984. 

Satu-satunya kegagalannya adalah selama pertikaian sengit antara George W. Bush dan Al Gore pada tahun 2000, di mana pemilihan tersebut diputuskan setelah Mahkamah Agung AS memutuskan mendukung Bush setelah berminggu-minggu terjadi pertikaian hukum atas surat suara yang disengketakan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya