Berita

Prabowo Subianto dan Anies Baswedan/Net

Publika

Renungan Kegagalan Anies dan Refleksi Kemurahan Hati Prabowo

OLEH: SUGIYANTO
SABTU, 31 AGUSTUS 2024 | 14:52 WIB

TRAGIS! Anies Rasyid Baswedan gagal maju Pilkada Jakarta 2024. Dengan kegagalan ini, tuntaslah kisah pertarungan politik yang sengit melibatkan Anies Baswedan.

Nama besar Anies yang populer ternyata tidak cukup memikat partai politik (parpol) untuk mengusungnya. Bahkan elektabilitas Anies yang selalu tinggi pun tidak mampu membuat parpol-parpol bergeming.

Hal tersebut menjadi bukti bahwa dalam politik, popularitas dan elektabilitas tidak selalu berbanding lurus dengan dukungan parpol.


Ada cerita lain tentang Anies yang kabarnya menolak tawaran dari PDIP untuk maju di Pilkada Jawa Barat. Namun, ini bukanlah hal utama. Anies tampaknya lebih tertarik dengan Pilkada Jakarta, mungkin karena kedekatannya dengan Istana, yang boleh jadi bisa dijadikan batu loncatan untuk Pilpres 2029.

Kegagalan Anies maju di Pilkada Jakarta 2024 ini mengingatkan kita pada Pilkada 2017. Saat itu, Partai Gerindra di bawah kepemimpinan Ketua Umum, Prabowo Subianto, menjadi pengusung utama Anies. 

Dengan hati yang ikhlas dan tulus, Prabowo memberikan tiket kepada Anies untuk maju di Pilkada Jakarta. Tidak hanya memberikan dukungan, Prabowo dan Gerindra juga berjuang total untuk memenangkan Anies. 

Hasil dari perjuangan dan pengorbanan Prabowo dan Gerindra akhirnya terbayar dengan kemenangan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Itu merupakan pencapaian politik yang sempurna, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Berbekal pengalaman sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies kemudian ikut serta dalam kontestasi Pilpres Februari 2024. Tak disangka, rival utamanya adalah orang yang telah membesarkan namanya, Prabowo. 

Pertarungan dalam Pilpres pun tak terelakkan. Saat debat Pilpres, Anies beberapa kali melontarkan serangan kepada Prabowo. 

Salah satu serangan yang fenomenal dan mengejutkan Prabowo adalah ketika Anies memberikan penilaian atas kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), hanya dengan skor 11 dari 100, atau 1,1 saja.

Serangan ini membuat Prabowo kaget, dan publik pun terheran-heran dengan sikap Anies yang dinilai sangat tajam dan tidak terduga.

Pertanyaan pun muncul di benak banyak orang: mengapa Anies bisa setega itu kepada Prabowo, seseorang yang telah banyak berjasa dalam karier politiknya? 

Rupanya, alam semesta mencatat semua kejadian tersebut. Kegagalan Anies maju di Pilkada Jakarta dengan dukungan parpol bisa dijadikan pelajaran berharga.

Dalam konteks ini, seolah-olah alam ingin menyampaikan pesan bahwa kebaikan hati Prabowo pada Pilkada 2017 tidak bisa dilakukan oleh partai mana pun kepada Anies di Pilkada 2024. 

Ini adalah refleksi tentang betapa berharganya kemurahan hati Prabowo, yang mungkin tidak akan terulang lagi dalam sejarah politik Anies.

Semua peristiwa politik di Pilkada 2024 ini, mulai dari awal dukungan parpol hingga kegagalan Anies, bisa dijadikan renungan mendalam bagi Anies tentang kebaikan hati Prabowo saat Pilkada 2017.

Penulis adalah Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar)

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya