Berita

Istana Ibu Kota Nusantara (IKN)/Ist

Publika

Istana di Jakarta dan Bogor Bau Kolonial, IKN Bau Apa?

OLEH: ADIAN RADIATUS*
SABTU, 17 AGUSTUS 2024 | 05:26 WIB

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan perasaannya terkait Istana di Jakarta dan Bogor berbau kolonial. "Saya rasakan," kata Jokowi di hadapan media. 

Menjadi pertanyaan menarik kenapa bila selama ini merasa bau kolonial tetapi diungkapkannya baru sekarang ketika masa jabatan akan berakhir, dan ketika peringatan Hari Kemerdekaan ke-79 akan diselenggarakan?

Memang harus diakui segala kritik yang dilontarkan kalangan akademik, pencinta negeri dan masyarakat intelektual secara luas semakin menjelma kebenarannya.


Apalagi menilik watak dan karakter Jokowi selaku presiden di mana salah satunya gelar the king of lip service oleh mahasiswa UI sebagai deteksi perilaku kepemimpinan Jokowi bagi bangsa dan negara ini.

Kini di sisa waktu menghitung minggu malah melontarkan ungkapan perasaan yang cenderung palsu (mengingat sikap kepalsuannya selama ini), bahwa dirinya selama ini membaui hawa kolonial di Istana Jakarta dan Bogor.

Sesuatu yang tanpa disadarinya telah merendahkan kebesaran bangsa ini dalam memerdekaan negerinya tercinta. 

Kedua Istana itu justru melambangkan kemenangan besar perjuangan para pahlawan tanpa pamrih dan di antara kemenangan itu adalah terusirnya para penjajah kolonial dilambangkan dengan direbutnya Istana yang kemudian menjadi Istana Negara dan Istana Merdeka. 

Bagaimana bisa disebut masih berbau kolonial?

Sangatlah naif mencoba mengaitkan bau kolonial dengan keberadaan kedua Istana itu. Apakah dengan perumpaan seperti itu  artinya Tanah Air ini juga berbau kolonial?

Bila demikian adanya maka Presiden Jokowi tampaknya perlu duduk kembali ke bangku sekolah menengah guna memahami apa arti kolonial dan kemerdekaan. Maaf.

Karena presiden juga seorang manusia biasa yang tak sempurna bukan berarti rakyat harus maklum atau mengerti.

Karena  menjadi sulit bagi rakyat bila jiwa kepemimpinannya kerdil dan tidak paham sebagai seorang negarawan, yaitu yang memahami etika pengetahuan terkait sejarah dan dinamika perjalanan bangsanya.

Kolonial identik dengan penjajahan dan diktatorian yang bersifat menindas, memainkan politik adu domba serta berwatak serakah juga kejam dengan tampilan tak berdosa. 

Bila ingin "mematikan" pihak lawan maka akan dipakai tangan orang lain. Ciri-ciri ini dalam sisi tertentu sangat terasa tercermin dalam perilaku kepemimpinan Jokowi. Miris.

Maka tak pelak ketika Jokowi menyatakan merasakan atmosfer "bau kolonial" seakan publik disadarkan kepada caranya mengurus negeri ini. 

Banyak kekeliruan dan kerusakan struktural pengelolaan tata perekonomian dan perpolitikan yang berimbas kepada kemunduran kekuatan hukum dan keadilan bagi masyarakat luas.

Dengan kata lain bila pemindahan Istana hanya berbasis rasa bau kolonial, sehingga ada kepuasan membangun yang baru di Ibu Kota Nusantara (IKN) sangat tidak tepat.

Sikap itu cenderung ego sentris karena mengabaikan sejarah yang seharusnya saling mengikat dan bukan membuatnya menjadi sekat-sekat ikatan bathin rakyat terhadap perjuangan yang telah menghadirkan Istana Negara dan Istana Merdeka itu.

Lantas menjadi pertanyaan menarik secara moralitas kebangsaan, bila Istana Jakarta dan Bogor terasa oleh Jokowi bau kolonial, maka Istana IKN itu bau apa? 

Sampai saat ini rasanya bau kepalsuan akan cinta bangsa dan negara lebih dominan karena Istana IKN tidak diiringi jiwa dan semangat kebangsaan rakyat sejak dibangun tetapi lebih karena semangat ambisinya Presiden Jokowi belaka.

*Penulis adalah pemerhati sosial dan politik



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya