Berita

Ilustrasi kursi presiden/RMOL

Publika

Tukang Kayu Ingin Langgengkan Kekuasaan Seumur Hidup

OLEH: HERU SUBAGJA*
RABU, 14 AGUSTUS 2024 | 14:56 WIB

TIDAK bisa dipungkiri hampir 99 persen dinamika dan huru-hara politik Indonesia menyoroti perilaku, tindakan dan pengaruhnya dari Jokowi. Begitu masif, sistematis dan terkendali membelanya dan memberdayakan isu-isu saling tumpang-tindih dan berjilid-jilid.

Jangan-jangan sudah menjadi fakta jika pengaruh Jokowi sudah begitu masif dan digdaya di berbagai lini kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Kalau begitu, Jokowi sudah bisa disebutkan sebagai penguasa bagi keseluruhan entitas di negeri ini.

Bangun Kekuatan


Apa yang sedang terjadi di Indonesia saat ini seperti sandiwara di negeri dongeng. Sandiwara dan rekayasa peristiwa mulai hukum, ekonomi, sosial serta politik terjadi begitu cepat dan tragis.

Kondisi saat ini bisa disebut kejadian mengerikan atau membahagiakan, tergantung perspektif yang dipakai. Dalam konteks sebuah relasi, dua hal bertolak belakang, beruntung atau buntung.

Kejatuhan Golkar ke pengaruh dan kendali politik oleh lingkaran Jokowi akan membuka perubahan radikal peta dan juga struktur kekuasaan politik nasional 5 sampai dengan 10 tahun mendatang.

Jokowi tidak lagi hanya berpikir untuk melindungi dirinya pasca jabatannya selesai sebagai Presiden di bulan Oktober 2024. Tokoh yang diibaratkan Pinokio Solo ini akan membangun kekuatan dan kekuasaan politik secara terstruktur sistemik dan masif demi berkelanjutan.

Ambisi besar Jokowi adalah menaklukkan dan memberdayakan lawan dan juga partner politiknya. Puncak kekuatan politik yang diincarnya minimal setara dengan kekuatan yang dimiliki oleh PDIP, baik di parlementer atau jabatan eksekutif di pusat dan daerah.

Mantan Walikota Solo ini diyakini akan berpikir keras untuk melakukan politik perimbangan yang akan dipakai untuk kebutuhan saling mengancam dan memukul lawannya.

Lantas langkah strategis lanjutan Jokowi untuk mengonsolidasikan kekuatan politiknya?

Kartel Politik

Kekuatan politik yang sedang dibangun oleh tim perumus politik Jokowi adalah mengumpulkan dan mengoleksi partai politik sebagai kekuatan politik paling mendasar. Parpol sebagai organisasi utama pengepul mandat rakyat melalui serangkaian pelaksanaan Pemilu legislatif dan pemimpin calon presiden, gubernur dan bupati atau walikota.

Dengan demikian, strategi ini dibutuhkan sebagai bagian strategi besar membangun holding atau kartel politik berkelanjutan.

Jika diamati, embrio awal jokowi memulai mengambil alih kekuatan politik dari parpol berawal dari ditunjuknya Kaesang Pangarep sebagai Ketum PSI. Infiltrasi politik Jokowi di sektor eksekutif diawali ketika Gibran Rakabuming Raka dijadikan sebagai Walikota Solo, kemudian menjadikan menantunya Bobby Nasution sebagai Walikota Medan.

Terakhir, keberhasilan Jokowi menjadikan Gibran pendamping Prabowo sebagai Wakil Presiden di Pilpres 2024. Langkah ini mendulang kesuksesan besar, Paslon Prabowo-Gibran menang telak melawan paslon Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud.

Apakah Jokowi akan terus melakukan ekspansi dan infiltrasi politik setelah mencaplok Golkar?

Paksa Ambil Kekuasaan

Jawabannya pasti yes. Jokowi tidak akan pernah puas dan berhenti untuk berkhayal dan merealisasikan mimpinya sebagai supermarket body dan super power dalam pengaturan dan juga kendala politik nasional.

Jokowi tidak hanya berhenti hanya untuk keselamatan politik dirinya pasca lengser dari jabatan kursi presiden, tetapi dapat dipastikan Jokowi akan meneruskan pengaruh dan kendali politik nasional ada ditangannya melalui struktur organisasi dan juga penguasaan jejaring birokrasi yang berhasil dibangunnya.

Apakah Jokowi di kemudian hari akan berpikir untuk merebut dan menduduki jabatan presiden lagi? Jokowi masih ragu akan karir politik anak sulungnya Gibran. Jokowi masih menginginkan dirinya duduk kembali sebagai presiden.

Semua bisa diubah dan direkayasa untuk mencapai ambisi politik. Keyakinan itu ada dan Jokowi adalah master dalam utak-atik merubah produk hukum dan undang-undang. Memungkinkan lagi Jokowi memaksakan perubahan UU yang mengatur jabatan maksimal presiden dan juga periode jabatan presiden untuk bisa mengikuti pilpres.

Kekuasaan Seumur Hidup

Dari uraian di atas bisa disimpulkan jika Jokowi menginginkan dirinya memiliki saham besar dalam politik nasional. Tidak hanya untuk menyelamatkan dirinya tetapi Jokowi menginginkan dirinya menguasai dan juga mengarahkan serta mengendalikan kekuasaan.

Segala jalan pintas dan sistematis sedang disusun dan dilakukannya. Prestasi politik Jokowi saat ini kian konkrit, menduduki eksekutif melalui anaknya dan mengambil alih partai melalui anak dan orang kepercayaan.

Keberhasilan politik tersebut akan terus diraih dan dilipatgandakan. Pada akhirnya berujung kekuatan dinasti Jokowi kian kokoh dan berkelanjutan dimungkinkan kembali Jokowi akan berkuasa seumur hidup di Indonesia.

*Penulis adalah Pengamat Politik dan Sosial

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya