Berita

Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan/Ist

Publika

Apakah PDIP-PKS Berani Usung Anies?

OLEH: TONY ROSYID*
SELASA, 06 AGUSTUS 2024 | 09:04 WIB

SEPERTINYA PKB dan Nasdem menyerah. Berada di antara tekanan dan godaan untuk pindah haluan. Mobil yang ditumpangi kedua partai ini sudah menyalakan lampu sein untuk siap-siap balik arah. KIM (Koalisi Indonesia Maju) telah menyiapkan dua karpet merah untuk menyambut dua partai ini: PKB dan Nasdem.

Karpet satunya lagi disiapin buat PKS. Mobil PKS berhenti di jalur putar balik. Kalau terus, siapa temannya? Tanya PKS. 

Untuk mengusung AMAN (Anies Baswedan-Sohibul Iman) harus ada teman. Tidak bisa sendirian. PKB dan Nasdem yang akan jadi teman, sudah duluan nyalakan lampu sein untuk balik arah. 


Sedangkan satu-satunya partai yang tersisa hanya PDIP. Mobil PDIP masih di garasi. Mesin belum dihidupkan. Walaupun DPD PDIP Jakarta sudah serahkan kunci ke DPP untuk segera menyusul PKS. 

Sepertinya Megawati, ketum PDIP masih istikharah. Menunggu ilham dan wangsit dari langit. Kapan ilham dan wangsit itu turun?

Kalau Ibu Megawati dapat ilham dari langit, lalu putuskan untuk menyusul PKS mengusung Anies Baswedan, maka Pilgub Jakarta akan menyediakan panggung yang sungguh sangat menarik untuk ditonton.

PKS-PDIP usung Anies, lawan Ridwan Kamil-Kaesang yang diusung KIM Plus. Seru!

Bagi PDIP, mengusung Anies punya dua keuntungan. Pertama, harga diri, kewibawaan partai serta kharisma Megawati sebagai ketum partai akan terjaga. 

Beda jika PDIP ikut mengusung paslonnya KIM. Di KIM ada Jokowi, Gibran dan Kaesang. Keluarga yang dianggap sangat mengecewakan karena telah mempecundangi PDIP di pileg dan pilpres Februari lalu. 

Kalau PDIP ikut KIM, maka akan jatuh martabatnya di mata konstituen PDIP yang dikenal sangat solid. Ini bisa punya pengaruh untuk elektabilitas PDIP ke depan.

Kedua, jika usung Anies, maka PDIP di mata para pendukung Anies di seluruh Indonesia, khususnya Jakarta, akan pelan-pelan pulih dan menjadi positif terhadap PDIP. 

Pendukung Anies yang sering disebut dengan istilah "umat" akan mengapresiasi PDIP sebagai partai penyelamat.

Ini terjadi pada Nasdem di pilpres kemarin. Nasdem yang semula dianggap musuh bagi "umat" berangsur diterima oleh para pendukung Anies. Meski melalui proses yang cukup panjang. Buktinya? Kursi DPR dan DPRD Nasdem bertambah.

Jika Anies bisa berlayar dengan PKS-PDIP, dan Nasdem berada di pihak lawan, maka nama Nasdem akan kembali buruk di mata "umat". 

Umat yang dimaksudkan di sini sekali lagi adalah pendukung Anies. "Umat" tidak akan memberi ruang kepada Nasdem untuk bisa dipercaya kembali. 

Tuduhan terhadap Nasdem, Surya Paloh, bahkan TV kepunyaan Surya Paloh akan kembali ke titik awal: musuh "umat". Semua perjuangan Surya Paloh selama ini untuk mengembalikan nama baiknya di mata "umat" menjadi sia-sia.

Jika Anies maju dan menang dengan tiket PKS-PDIP, maka dua partai ini yaitu PKS dan PDIP adalah pihak yang paling besar investasinya untuk lima tahun ke depan di perpolitikan Indonesia. 

Keduanya, meski jadi oposisi kekuasaan Prabowo-Gibran, tapi harapan masa depan makin besar dengan panggung yang dimiliki Anies Baswedan di Jakarta.

Tapi, apakah PKS bersedia "istikamah" usung Anies bersama PDIP? Mengingat Ahmad Syaikhu, presiden PKS di depan Sufmi Dasco, ketua harian Gerindra, meminta agar tidak hanya PKB dan Nasdem yang diajak gabung, tapi ajak juga PKS. 

Apa artinya? PKS ingin sekali dan lebih nyaman gabung bersama KIM di kekuasaan Prabowo. Apa konsekuensinya? Lepaskan Anies, dan dukung calon KIM di Pilgub Jakarta. Cagub dari KIM, cawagub dari PKS. Formasi ini membuat PKS untung lebih besar. Orang bilang: PKS menang banyak. 

Apapun yang terjadi nanti, satu komentar dari saya: "itulah politik". Anda suka atau tidak, itu urusan anda. Emang gue pikirin...

*Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa




Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya