Berita

Progres pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur per 29 Juli 2024/Repro

Publika

Pindah Berkantor ke Ibukota Nusantara

SELASA, 30 JULI 2024 | 11:04 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

TANGGAL 17 Agustus 2024 adalah hari peringatan ulang tahun kemerdekaan ke-79 NKRI. Hari yang sakral dan sangat bersejarah.

Hari yang diperingati dengan ucapan rasa syukur dengan suasana hati yang gembira dan bersukaria. Hari itu adalah tahun peringatan terakhir periode pemerintahan Presiden Joko Widodo dan KH Maruf Amin.

Kado khusus pertanda rasa syukur tersebut akan dirayakan dalam bentuk upacara kemerdekaan di Ibukota Nusantara, sebagai ibukota negara yang baru. Peringatan upacara kemerdekaan yang pertama kali di ibukota yang baru. Ibukota yang ditunggu-tunggu hingga selama 79 tahun. Ini sebuah tonggak peringatan yang sangat bersejarah.


Untuk memastikan momentum bersejarah itu, maka Presiden mengawalinya dengan berkantor di Ibukota Nusantara pada akhir bulan Juli 2024. Berkantor bukan yang untuk seterusnya. Bertempat tinggal di istana yang baru, namun bukan untuk tinggal seterusnya berkantor di istana Ibukota Nusantara, melainkan menginap.

Kantor tempat bekerja dan istana sebagai tempat tinggal Presiden bukan hanya di Ibukota Nusantara. Hal itu, karena Presiden dapat berkantor dan tinggal di Istana Merdeka Jakarta, Istana Bogor, Istana Cipanas, Istana Gedung Agung Yogyakarta, dan Istana Tampaksiring Gianyar Bali.

Presiden pernah berkantor di Papua, bukan di istana. Presiden juga tidak selalu berkantor di istana. Presiden tercatat pernah berkantor di lokasi-lokasi bencana alam, seperti ketika terjadi gunung meletus  yang menimbulkan banyak korban.

Dengan kata lain, makna mulai berkantor dan bertempat tinggal di Istana Ibukota Nusantara bukanlah segala-galanya, selain dari urusan pemaknaan yang bersejarah. Lebih tepat adalah Presiden berkantor dan menginap sehari atau dua hari, untuk kemudian Presiden pulang kembali ke Istana Bogor.

Oleh karena pembangunan Ibukota Nusantara masih sekitar 15 persen dari rencana dan sarana prasarana umum belum banyak tersedia. Kemudian penduduk Ibukota Nusantara adalah terutama Aparatur Sipil Negara yang ditugaskan secara bertahap untuk menyambut peringatan hari kemerdekaan saja, maka sesungguhnya makna upacara peringatan hari kemerdekaan di Ibukota Nusantara adalah sebagai suatu simbolis.

Termasuk memulai melakukan simbolisasi mulai berkantor dan menginap di ibukota. Bukan berarti pindah kantor dan pindah tempat tinggal secara menetap sepanjang masa, melainkan datang untuk menginap.

Sebab, terkesan belum ada kegiatan pekerjaan yang sepenuh dan berkelebihan yang telah dikerjakan sebagaimana irama pekerjaan di ibukota Jakarta.

Sesungguhnya pekerjaan rumah rutin untuk Pemerintah Pusat dan Pemda masih banyak dan bertumpuk dibandingkan untuk memulai merayakan kemerdekaan di Ibukota Nusantara.

Misalnya, kegiatan mengentaskan penduduk miskin sebanyak 25,22 juta orang per Maret 2024 di Indonesia. Menyediakan lapangan pekerjaan yang baru untuk 7,2 juta orang pengangguran terbuka per Februari 2024. Menurunkan tingkat inflasi untuk kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang sebesar 4,96 persen per tahun (year on year) bulan Juni 2024.

Menaikkan nilai ekspor bulan Juni 2024 yang masih sebesar 20,84 miliar Dolar AS. Menaikkan produksi beras lebih besar dibandingkan 31,1 juta ton tahun 2023. Menaikkan produksi jagung pipilan kering lebih besar dibandingkan 14,77 juta ton dengan kadar air 14 persen tahun 2023.

Menaikkan Indeks Perilaku Anti Korupsi Indonesia untuk lebih besar dibandingkan 3,85 tahun 2024. Menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melebihi 5,11 persen year on year dibandingkan triwulan I tahun 2024.

Menurunkan gini ratio lebih kecil dibandingkan 0,379 per Maret 2024. Masih banyak lagi program kerja pemerintah yang memerlukan curahan waktu dan tenaga bernapas panjang.

Di tengah besarnya pembiayaan utang APBN sebesar Rp648,09 triliun tahun 2024 dan pembayaran bunga utang sebesar Rp497,32 triliun tahun 2024, serta banyaknya program kerja penting yang antara lain tersebut di atas, maka aspek acara syukuran upacara peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1945 kiranya perlu lebih memperhatikan keterbatasan kemampuan keterbatasan keuangan APBN tersebut di atas.

Urgensi kekhidmatan merayakan syukuran peringatan hari kemerdekaan di ibukota negara, yang baru mencapai tahap 15 persen dan langka kepadatan penduduk, serta belum efektif dan efisien sebagai tempat bekerja secara berkelanjutan, maka urgensi kesederhanaan menjadi relevan.

Kepentingan memindahkan banyak penduduk secara insidental untuk menghadiri upacara peringatan hari kemerdekaan NKRI di ibukota Nusantara kiranya sekhidmat upacara peringatan di seluruh pelosok penjuru wilayah NKRI.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya