Berita

Mantan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir/Ist

Politik

Gus Nadir: Tanpa Embel-embel NU Mereka Bukan Siapa-siapa, Jangan Ngeles

KAMIS, 18 JULI 2024 | 09:59 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mantan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir menanggapi soal lima orang intelektual muda NU mengunjungi Israel. 

Di mata Gus Nadir, kunjungan tersebut tidak akan mempengaruhi keputusan Israel untuk melakukan penyerangan ke Palestina.

Gus Nadir sendiri mengaku kenal dengan kelima orang tersebut, yakni Gus Syukron Makmun, Zainul Maarif, Munawir Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania.


Ia mengaku telah menghubungi dan melakukan tabayun dengan salah satu dari orang tersebut. Mereka mengaku mendapat undangan melalui jaringan alumni Universitas Harvard.

"Pengakuannya, undangan diatur lewat jaringan alumni Harvard, dan berkenaan dengan akademik dan start up. Dan ini diklaim sebagai kunjungan pribadi, bukan atas nama NU," kata Gus Nadir dikutip dari laman Facebook pribadinya, Kamis (18/7).

Menurut Gus Nadir, kalua cuma “aktivis dan cendekiawan” saja, sepertinya mereka tidak akan  masuk radar untuk diundang bertemu Presiden Israel. 

"Justru karena ada embel-embel NUnya makanya mereka diundang. Jadi nggak bisa ngeles dengan mengatakan ini atas nama pribadi. Mohon maaf atas keterusterangan saya ini. Tanpa NU mereka bukan siapa-siapa dan nggak bakal masuk radar Israel," kata Gus Nadir.

Gus Nadir menegaskan bahwa dalam bertindak NU bukan hanya atas pilar tasamuh (toleransi) dan tawasuth (moderasi), tapi juga tawazun dan i’tidal. Tawazun artinya seimbang. 

Itu sebabnya, lanjut Gus Nadir, mereka saat mendapat undangan harus menimbang banyak hal terlebih dahulu, termasuk geo politik dan konflik yg terjadi saat ini. 

"I’tidal artinya tegak lurus pada aturan main, keadilan dan kebenaran. Kita tahu bagaimana Mahkamah Internasional sudah bersikap," kata Gus Nadir.

"Begitu juga kebijakan pemerintah RI soal ini. Jadi yang dilakukan kelima orang itu jauh dari prinsip NU: tawazun dan i’tidal," sambungnya.

Selain itu, Gus Nadir menekankan bahwa Presiden Israel itu hanya simbol seremonial belaka. Tidak menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. 

Sehingga alasan mau berdiskusi soal konflik dengan Presiden Israel menunjukkan ketidakpahaman soal struktur pemerintahan Israel. 

"Lagipula seruan damai Sekjen PBB dan Paus Fransiskus saja dicuekin, mereka ini siapa kok merasa bisa mempengaruhi kebijakan Netanyahu. Banyakin ngaca!" tegas Gus Nadir.

Gus Nadir menambahkan, program kunjungan seperti ini ini sudah lama berjalan bertahun-tahun dan selalu memicu kontroversi. 

"Saran saya mereka yang merasa tokoh/aktivis/ulama sebaiknya menolak undangan semacam ini selama konflik belum usai. Yang untung cuma Israel dengan kunjungan dari NU. Mudaratnya lebih banyak," demikian Gus Nadir.



Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya