Berita

Deklarasi Dukungan Aliansi Buruh Jawa Tengah (Abjat) kepada, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Untuk maju dalam Pilwakot Semarang 2024 di Hotel Siliwangi Semarang, Minggu (30/06)/RMOLJateng

Politik

Aliansi Buruh Jateng Dukung Mbak Ita Maju Pilwalkot Semarang

SELASA, 02 JULI 2024 | 06:47 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sejumlah elemen serikat buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Tengah (Abjat) sepakat mengusung Hevearita Gunaryanti Rahayu sebagai bakal calon Wali Kota Semarang.

Jurubicara Abjat, Aulia Hakim, dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mengatakan, kesepakatan ini muncul setelah menggelar diskusi "Konsolidasi Gerakan Buruh: Menentukan Sikap, Menetapkan Syarat, Menjalankan Transaksi Gagasan, Mewujudkan Politik Kesejahteraan".

Kegiatan diskusi yang berlangsung di Hotel Siliwangi, Semarang, Minggu (30/6) ini diikuti oleh pengurus 6 Federasi Serikat Kerja. Yaitu Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (PSPKEP), Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP Farkes), Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspkeindo), serta Jaringan Kerja Buruh.


Aulia menyatakan bahwa keputusan ini tidak datang secara mendadak, tetapi melalui proses panjang hingga muncul kesepakatan untuk memenangkan Mbak Ita, panggilan akrab petahana Wali Kota Semarang itu.

"Beberapa isu strategis telah kami kaji sebelum akhirnya kami menemukan tokoh yang tepat untuk diberikan dukungan, yaitu Mbak Ita," ujar Aulia diwartakan RMOLJateng, Senin (1/7).

Salah satu alasan utama buruh mendukung Mbak Ita dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) Semarang adalah keberaniannya menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan.

"Mbak Ita berani menetapkan UMK di atas PP 51. Kami sangat menghargai bahwa Mbak Ita menggunakan dasar Pancasila, itulah yang membuat kami memilih satu pilihan yang bisa membawa harapan kami menjadi kenyataan," tambah Aulia.

Ia menilai bahwa rekam jejak Wali Kota Semarang perempuan pertama itu sangat pro buruh, terutama dengan keputusan rekomendasi kenaikan upah 6 persen.

"Kota Semarang di bawah pimpinan Mbak Ita adalah satu-satunya kota metropolitan di Indonesia yang berani menaikkan upah di atas 6 persen. Beliau juga berani menandatangani beberapa kesepakatan dengan buruh," papar Aulia.

Menurutnya, selama kepemimpinan Mbak Ita, iklim investasi di Kota Semarang terus meningkat, yang juga berdampak positif pada kesejahteraan buruh di ibu kota Jawa Tengah.

"Kami berharap Mbak Ita dapat menciptakan keseimbangan antara investasi dan kesejahteraan buruh. Mbak Ita telah membuka komunikasi, dan kami yakin prestasi serta rekam jejaknya akan membuatnya layak dipertahankan sebagai wali kota," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa semangat buruh untuk memenangkan Mbak Ita dalam pesta politik lima tahunan ini tidak main-main. Setidaknya ada 6 konfederasi besar di Kota Semarang dengan puluhan ribu buruh siap bergerak.

"Perlu diketahui, basis buruh sangat kuat. Ketika sudah all out, buruh memiliki solidaritas dan militansi yang tinggi. Beberapa kandidat mendekati buruh, tetapi hanya Mbak Ita yang berani membuat kesepakatan nyata," pungkas Aulia.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Kerja Buruh Kota Semarang, Moch Prabowo Luh Santoso menyatakan, rekam jejak Mbak Ita terkait kesejahteraan buruh sangat mengesankan.

"Tidak ada investasi kecuali untuk memajukan kesejahteraan umum, tidak ada politik kecuali untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari sekian nama, tidak ada yang memiliki rekam jejak seperti Mbak Ita," kata Prabowo.

Selain soal kesejahteraan buruh, Prabowo mengatakan Mbak Ita juga merupakan pemimpin yang berperspektif gender, peka terhadap lingkungan, dan mendorong kemandirian masyarakat.

"Buruh meminta supaya Mbak Ita maju, dan kami menyampaikan kepada buruh bahwa Mbak Ita adalah sosok yang perlu didukung, dengan target kemenangan di tiap TPS," ujarnya.

Dalam deklarasi dukungan kepada Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada November mendatang, 6 konfederasi besar siap mengerahkan kekuatan lebih dari 25.000 orang buruh. Mereka adalah FSPIP, FSPMI, PSPKEP, FSP-RAKES, Aspekindo, dan Jaringan Kerja Buruh.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya