Berita

Ahmad Midhol alias Hamid, yang diduga sebagai otak pembunuhan/RMOLJatim

Presisi

Agen BRILink Gresik Dibunuh, Ini Foto Terduga Otak Pelaku

JUMAT, 19 APRIL 2024 | 10:19 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

Agen BRILink Gresik, Wardatun Thoyyibah (28), yang ditemukan tewas beberapa waktu lalu, diduga karena dibunuh. Kini, otak terduga pelaku pembunuhan di Desa Ima'an, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ahmad Midhol alias Hamid diduga sebagai otak pembunuhan. Warga Desa Ima'an, Kecamatan Dukun itu, berdasar LP/04/III/2024/Jatim/Res.Gresik/Polsek Dukun, telah dimasukkan dalam DPO kasus pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengatakan, pihaknya kini fokus memburu pelaku utama, selain mendampingi suami korban, Mahfud dan keluarga.


“Terduga pelaku, Ahmad Midhol, hingga kini masih diburu dan ditetapkan dalam DPO Polres Gresik,” kata AKP Aldhino, dikutip dari Kantor Berita RMOLJatim.

Sementara itu, suami korban, Mahfud, membagikan foto DPO Ahmad Midhol melalui unggahan di akun media sosial (Medsos).

Unggahan Mahfud itu banyak mendapatkan respon nitizen. Selain berkomentar, nitizen juga memposting ulang postingan itu.

Pembunuhan terhadap ibu rumah tangga (IRT) yang juga agen BRILink, Wardatun Thoyyibah, terjadi pada Sabtu, 16 Maret 2024, dini hari.

Korban ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusuk di leher. Ibu satu balita itu diduga menjadi korban pembunuhan dan perampokan. Salah satu indikasinya, uang senilai Rp160 juta ikut raib.

Satu pelaku yang berhasil ditangkap adalah Asrofin alias AS (40), tetangga korban. Pelaku ditangkap saat bersembunyi di rumah saudaranya di Wonosalam, Jombang, Minggu (7/4).

Sedangkan, terduga pelaku lainnya bunuh diri dengan menenggak sianida, yakni Sobikhul Alim. Mayat Sobikhul Alim ditemukan di kebun jagung di Kecamatan Panceng Gresik.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya