Berita

Arus mudik di jalan tol/Net

Publika

Mudik dan Memahami Makna "Kembali"

OLEH: M ISHOM EL-SAHA
RABU, 03 APRIL 2024 | 09:54 WIB

MUDIK atau kembali ke udik (kampung dan desa) merupakan momen yang selalu dinantikan masyarakat urban. Walaupun butuh tenaga ekstra dan biaya yang tidak sedikit, tapi masyarakat ingin kembali ke tempat asalnya selama liburan lebaran Idulfitri.

Pada lebaran 2024 ini, diperkirakan jumlah pemudik mencapai 193,6 juta orang, atau naik 34 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini berarti juga bahwa 71,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia melakukan pergerakan dari satu daerah ke daerah lain, dari satu kota ke kota lain yang tujuan akhirnya ialah kampung halaman mereka.

Selain pergerakan orang dalam skala besar, mudik juga diprediksi membawa pengaruh perputaran uang di jalur-jalur mudik sampai kampung-kampung di pelosok negeri.


Jika setiap kepala keluarga atau perorangan melakukan mudik dengan berbekal sekitar Rp3 juta saja, maka perputaran uang selama mudik di daerah seluruh Indonesia diprediksi mencapai Rp157,3 triliun.

Mudik merupakan hajat besar secara nasional yang harus disukseskan, sekalipun tidak ada panitia penyelenggaranya. Pemerintah sendiri hanya beranggung jawab memberikan pelayanan umum dan bukan sebagai pelaksana penyelenggaraan mudik.

Inilah keunikan mudik sebagai bentuk partisipasi publik secara luas. Sukses dan tidaknya, aman dan tidaknya, lancar dan tidaknya, serta nyaman dan tidaknya pada prinsipnya sangat ditentukan oleh komitmen bersama, dari tiap-tiap masyarakat yang menjalani mudik.

Secara psikis, komitmen biasanya beririsan dengan spirit dan motivasi. Masyarakat berduyun-duyun melakukan perjalanan darat, laut, dan udara menjelang lebaran pada dasarnya karena spirit dan motivasi dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan sanak famili di kampung halaman.

Dengan kata lain setiap pemudik harus menciptakan keamanan dan ketertiban selama perjalanan supaya sampai di kampung halaman secara aman. Tanpa komitmen ini bisa jadi gambaran suasana kampung halaman yang tentram dan menggembirakan dengan berkumpul bersama keluarga tidak dapat direalisasikan.

Secara teologis, spirit dan motivasi mudik tak ubahnya seperti perjalanan hidup manusia. Dari mana asal manusia maka ke situ pula manusia kembali. Manusia pada dasarnya ingin kembali dengan selamat. Dalam agama, manusia yang dapat kembali dengan selamat digambarkan sebagai manusia yang berjiwa tenang (nafsul mutmainnah).

Nafsul mutmainnah adalah jiwa pada diri orang-orang yang patuh dan taat. Kepada siapa? Secara agama kepatutan dan ketaatan manusia ditujukan kepada Tuhan yang mengatur dunia. Tuhan adalah sumber dari asal-usul manusia dan kelak manusia akan kembali menghadap kepada-Nya. Manusia yang mematuhi ajaran agama maka ia akan kembali kepada Tuhannya dengan ketenangan dan kebahagiaan yang luar biasa (Rabbika radiyyatan mardhiyyah).

Mudik diilustrasikan dengan perjalanan kembalinya manusia kepada Tuhan merupakan spirit yang patut diperhatikan. Tujuannya supaya pemudik dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa selama melakukan perjalanan dari kota ke desa.

Pada akhirnya kita semua berharap supaya mudik lebaran Idulfitri 1445 H berjalan lancar dan aman. Seluruh tenaga dan biaya yang dikeluarkan para pemudik untuk dapat berkumpul dengan keluarga dan saudara di kampung halaman semoga menjadi energi positif untuk kepentingan bersama.

Penulis adalah dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Serang-Banten



Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya