Berita

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfi didampingi Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold HY Kumontoy saat melakukan sidak di jalan tol Solo-Yogya/RMOLJateng

Presisi

Tol Fungsional Solo-Jogja Bisa Dilalui Pemudik dengan Kecepatan Terbatas

SENIN, 01 APRIL 2024 | 17:26 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jalan Tol Fungsional Solo-Jogja dipastikan bisa digunakan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2024. Namun dengan kecepatan terbatas.

Hal itu dipastikan Kapolda Jateng, Irjen Ahmad Luthfi, usai mengecek langsung lajur yang kini masih dalam tahap konstruksi tersebut, Senin (1/4).

"Pengecekan terkait kondisi jalan, kesiapan pintu gerbang tol, petugas gerbang tol serta kepadatan kendaraan yang melintas di GT Ngasem," jelas Kapolres Karanganyar, AKBP Jerrold H.Y. Kumontoy, saat mendampingi Kapolda Jateng, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Senin (1/4).


Dipaparkan Jerrold, jalur tol secara fungsional tersedia sepanjang 22 kilometer dari Kartasura sampai Ngawen, Klaten. Dapat dilalui dengan kecepatan terbatas yaitu 40-50 kilometer per jam karena masih dalam tahap konstruksi.

"Karena masih dalam tahap konstruksi, tetap bisa dilalui namun dengan kecepatan terbatas," ujarnya.

Sementara itu ada 12 gerbang tol (GT) yang siap difungsikan di GT Ngasem. Dengan rincian 2 GT utama, 6 GT Satelit dan 4 GT mobile reader.

Selama pengecekan, arus kendaraan yang melintas di GT Ngasem terpantau normal dan belum terjadi lonjakan.

Untuk saat ini kondisi GT tol dipastikan siap menerima pemudik. Berdasarkan prediksi Kemenhub puncak arus mudik terjadi pada 6 April 2024.

"Harapannya  di waktu yang telah diprediksi tidak ada penumpukan arus mudik dan tradisi mudik tahun ini berjalan aman dan lancar," pungkasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya