Berita

Idham Holik/RMOL

Politik

Ketersediaan Logistik Sudah Aman, KPU Siap Gelar PSU di Kuala Lumpur

JUMAT, 08 MARET 2024 | 22:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kuala Lumpur, Malaysia akan digelar pada 10 Maret 2024 mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memastikan seluruh persiapan sudah selesai termasuk ketersediaan logistik.

"Insya Allah semua logistik terpenuhi," ujar Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU RI, Idham Holik saat ditemui di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/3).

Idham menjelaskan, kebutuhan logistik untuk PSU seperti surat suara, kotak suara, bilik suara, tinta, dan logistik yang dibutuhkan lainnya untuk pemungutan suara tercukupi.


"Logistik kebutuhan PSU dipenuhi sesuai kebutuhan," sambungnya menegaskan.

Lebih lanjut, dia menyebutkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan didirikan di lokasi yang sama saat pemungutan suara pada 11 Februari 2024, dan jumlahnya sebanyak 22 TPS.

"Pemerintah Malaysia memfasilitasi perizinan tempat dan keamanan. Rencana, TPS LN (Luar Negeri) ditempatkan di Putra Jaya World Trade Center, sebagaimana tempat TPS LN yang dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2024," urainya.

Sementara, Idham juga memastikan pelaksanaan PSU di Kuala Lumpur juga menggunakan metode Kotak Suara Keliling (KSK), yang jumlahnya mencapai 120 KSK).

"Insya Allah pada Minggu, 10 Maret 2024, PSU di Kuala Lumpur Malaysia dapat diselenggarakan. PSU tersebut akan melayani pemilih DPT sebanyak 62.217 orang yang terdiri dari 42.372 orang pemilih TPS LN dan 19.845 orang pemilih KSK," demikian Idham Holik.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya