Berita

Ketua KPU RI Hasyim Asyari ditemani Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, memberikan keterangan usai Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2024 di Luar Negeri Tingkat Nasional, di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/3)/RMOL

Politik

PSU Kuala Lumpur Hanya Diikuti 62.217 Pemilih, Begini Penjelasan Ketua KPU RI

SENIN, 04 MARET 2024 | 21:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jumlah pemilih yang akan mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kuala Lumpur, Malaysia, tidak sebanyak pemilih yang terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hasyim Asyari menjelaskan, pemutakhiran data pemilih di Kuala Lumpur sudah selesai dilakukan.

"Yang kita gunakan (data) dasar pertama adalah DPT pemilu di Kuala lumpur yang sudah ditetapkan pada tanggal 20 dan 21 Juni 2023. Dasarnya itu dulu," ujar Hasyim di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/3).


Dia merinci, jumlah pemilih dalam DPT adalah 447.258 pemilih, dengan rincian 222.945 pemilih Tempat Pemungutan Suara (TPS), 67.946 pemilih Kotak Suara Keliling (KSK), dan 156.367 pemilih metode Pos.

Dari data total pemilih Kuala Lumpur untuk 3 metode pemilihan, dia memastikan hanya sekitar 16 hingga 18 persen yang benar-benar menggunakan hak pilih.

"Pemilih yang hadir dengan berbagai macam daftar pemilih tadi dijumlahkan ketemunya adalah pada angka 78.000," ucapnya.

Dia menyebutkan, dari 78 ribu itu terbagi ke dalam 3 kategori pemilih dengan 3 metode pemilih di luar negeri.

Hasyim menuturkan, pemilih metode TPS di DPT yang menyalurkan hak pilihnya hanya sebesar 2.264 pemilih, ditambah Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) 5.117 pemilih, dan DPK 16.996 pemilih.

Sementara, Hasyim mengungkap pemilih metode KSK yang berjumlah 67.946 pemilih DPT, yang hadir hanya 903. Kemudian ditambah DPTb 2.051 pemilih dan DPK 27.309 pemilih.

Adapun pemilih metode Pos, kata Anggota KPU RI dua periode itu, dari 156.367 pemilih di DPT, yang mengirimkan balik surat suara yang sudah dicoblos hanya 23.360 pemilih.

"(Total) 78.000 (yang telah memilih) ini menjadi basis data untuk pemutakhiran (data pemilih untuk PSU), yang kemudian kita cek dengan 3 kategori," katanya.

Lebih lanjut, Hasyim mengurai kategori pertama untuk pengecakan atau pemutakhiran data pemilih adalah memastikan alamatnya valid dan dikenali.

"Kalau enggak valid (dan) enggak dikenali, maka dikeluarkan dari daftar itu," paparnya.

Untuk kategori kedua pemutakhiran data pemilih yang dilakukan KPU terhadap 78 ribu data pemilih yang valid adalah analisa kegandaan.

"(Baik) kegandaan internal di dalam 78.000 itu, apakah ada yang ganda atau tidak. Yang kedua ganda dengan DPT dalam negeri atau tidak. Kalau ada yang ganda dikeluarkan (sebagai data pemilih PSU)," ucapnya.

"Yang ketiga validitas NIK dan nomor paspor. Jadi kalau ada NIK tidak valid, nomor paspor tidak valid juga kita keluarkan (dara data pemilih PSU)," sambung Hasyim.

Setelah dilakukan pemutakhiran data pemilih terhadap 78 ribu pemilih yang sudah mencoblos itu, Hasyim menyampaikan jumlah pemilih yang akan mengikuti PSU di Kuala Lumpur, yang rencananya akan digelar pada 9 dan 10 Maret 2024.

"setelah kita lakukan analisis dari 78.000 itu kemudian kita dapat menyimpulkan dan sudah kita tetapkan DPT luar negeri untuk pemungutan suara ulang Kuala Lumpur jumlahnya 62.217 pemilih," sebutnya.

"Dan kemudian akan dialokasikan untuk 2 metode memilih yaitu TPS dan KSK," demikian Hasyim menambahkan.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya