Berita

Pengamat politik Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim/Ist

Politik

Kredibilitas KPU dan PSI Tengah Diuji

MINGGU, 03 MARET 2024 | 20:32 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kredibilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sama-sama diuji, agar kenaikan perolehan suara partai yang dipimpin Kaesang Pangarep itu sesuai bukti-bukti yang menyertai.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim, menanggapi kenaikan signifikan perolehan suara PSI yang saat ini mencapai 3,13 persen atau 2.403.428 suara per hari ini, Minggu (3/3) pukul 19.00 WIB.

"Naiknya persentase raihan suara PSI selama masa rekapitulasi Pemilu Legislatif 2024 dipastikan mencuri perhatian publik. Kredibilitas KPU dan PSI sama-sama diuji, agar raihan suara ini sesuai bukti-bukti yang menyertai," kata Wildan, kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta.


Menurut dia, dinamika naik dan turunnya suara Parpol pada Pemilu Legislatif (Pileg) selalu menarik dicermati. Penyebabnya, ada beberapa partai yang diprediksi gagal memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen.

"Partisipasi publik untuk memilih terhitung tinggi. Namun Parpol besar juga bekerja keras agar perolehan suara tidak susut. Kondisi itulah yang menjadikan para Caleg partai-partai baru seperti PSI dan Perindo bekerja ekstra keras mendulang suara pemilih yang tak murah, karena butuh strategi serta biaya besar agar pemilih mau mencoblos," papar Wildan.

Dosen ilmu komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia itu juga mengatakan, kegagalan memenuhi ambang batas otomatis menempatkan sejumlah Parpol menjadi partai non-parlemen. PSI tentu berharap 2024 menjadi partai parlemen, seiring didapuknya anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, sebagai ketua umum.

Selain itu, sambungnya, rasa penasaran sebagian publik atas lonjakan suara PSI tidak bisa dilepaskan dari hasil hitung cepat yang memprediksi PSI gagal meraih ambang batas parlemen. Dengan adanya tren kenaikan persentase, muncul asumsi bahwa PSI ditargetkan untuk bisa masuk ke parlemen.

"Melihat tren saat ini, seluruh Parpol berpeluang menambah jumlah suara. Namun pada waktu tertentu cenderung stagnan. Kelaziman membaca hitung cepat, jika sampel yang masuk sudah di angka 70 persen, maka persentasenya stabil. Khusus untuk lonjakan suara PSI ini memang mengundang penasaran. Sebab, antara hasil hitung cepat dengan real count terdapat selisih cukup besar," urainya.

Bisa jadi, kata Wildan, sampel yang dijadikan basis hitung cepat belum merepresentasikan kantong-kantong suara PSI. Sementara itu pada saat real count, suara dari kantong pendukung masuk ke dalam rekapitulasi.

"Yang jelas, kenaikan suara PSI berelasi dengan efek ekor jas dari figur Joko Widodo. Sebab selama ini PSI memperkuat slogannya sebagai 'Partainya Jokowi'," pungkas Wildan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya