Berita

Capres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Kalah di Tempat Nyoblos, Erick Thohir Gagal Antarkan Kemenangan Prabowo-Gibran

KAMIS, 15 FEBRUARI 2024 | 16:23 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menteri BUMN, Erick Thohir dianggap tidak turut mengantarkan kemenangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dalam Pilpres 2024. Mengingat, Prabowo-Gibran kalah di tempat Erick mencoblos.

Menurut Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, dengan adanya suara Prabowo-Gibran yang kalah di TPS tempat Erick mencoblos, maka membuktikan bahwa Erick tidak mampu membantu menjaga suara Prabowo-Gibran.

"Bagaimana dapat dikatakan membantu, di TPS-nya sendiri saja Prabowo kalah dengan pasangan lainnya. Jadi jika di lingkungan terdekat rumahnya saja kalah, bagaimana dapat memenangkan Prabowo-Gibran, saya kira Erick gagal dalam mengantarkan Prabowo-Gibran untuk memenangkan pilpres," kata Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/2).


Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, Erick tidak akan dianggap sebagai sosok yang mampu mendongkrak suara Prabowo-Gibran. Untuk itu, Prabowo diyakini akan objektif dalam menilai semua.

"Tentu Prabowo akan menilai dengan baik siapa saja yang telah berkeringat untuk dirinya dan siapa saja yang tidak berkeringat untuk dirinya. Salah satu poinnya tentu adalah akumulasi suara yang diraihnya, jika tidak signifikan maka tentu tidak akan memberikan pengaruh terhadap posisi dan kedudukannya," pungkas Saiful.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya