Berita

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum/Net

Politik

Survei ICRC: PDIP Hattrick, PKN Berpeluang Tembus Senayan

JUMAT, 09 FEBRUARI 2024 | 22:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Lembaga Survei Ide Cipta Research and Consulting (ICRC) mengeluarkan rilis survei nasional yang dilakukan pada tanggal 26 Januari-01 Februari 2024 melalui wawancara via telepon oleh pewawancara terlatih dengan sampel sebanyak 1.230 responden.

Hasilnya menunjukkan ada sekitar 10 Partai Politik (Parpol) yang berpeluang untuk masuk ke DPR RI pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 ini.

Rangking pertama masih ditempati PDIP (21,1 persen), Gerindra (18,1 persen), Golkar (9,8 persen), Nasdem (8,6 persen), PKB (8 persen), PKS (7,1 persen), Demokrat (5 persen), PAN (4,8 persen), Perindo (4,3 persen) dan PPP (4,1 persen).


“PDIP berpeluang mencetak hattrick pada Pemilu 2024 ini, secara keseluruhan jika Pemilu digelar hari ini ada 10 parpol yang lolos ke Senayan atau mencapai ambang batas (parliamentary threshold) sebesar empat persen,” ujar Direktur Eksekutif ICRC, Hadi Suprapto Rusli dalam keterangannya, Jumat (9/2).

Dia menjelaskan meski PPP dan Perindo berada di angka 4 persen tapi masih ada potensi untuk tidak masuk DPR, jika mesin partainya tidak bergerak secara maksimal pada hari H pemilihan, sebab angka 4 persen tersebut masih dalam margin of error.

“Posisi PPP dan Perindo ini rawan terdegradasi karena masih dalam margin of error, kedua partai itu bisa terdepak oleh partai baru jika tidak memaksimalkan sisa waktu yang ada sebelum pencoblosan ini,” ungkapnya.

Lanjut Hadi memaparkan, dua partai baru itu adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan juga Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang membuntuti di bawah dengan elektabilitas PSI sebesar 3,1 persen dan PKN 2,3 persen.

“PSI adalah partai non parlemen yang angka di bawah 4 persen tapi berpotensi untuk bisa lolos parliamentary threshold karena ada faktor Jokowi,” ucapnya.

Lebih lanjut Hadi menjelaskan ada temuan menarik yaitu pergerakan PKN, partai baru yang secara diam-diam mulai merangkak naik dua kali lipat dibanding survei bulan November 2023 dan Desember 2023.

“Bulan November 2023 PKN masih berada pada angka 0,4 persen, Desember naik menjadi 0,8 persen dan pada survei ini naik signifikan menjadi 2,3 persen,” ungkapnya.

Dikatakan Hadi, PKN adalah satu-satunya partai baru pada Pemilu 2024 ini yang masih memiliki peluang untuk bisa lolos parlemen dibandingkan Partai Gelora dan Partai Ummat.

Setidaknya kata Hadi ada 3 alasan PKN lolos ke Parlemen. Pertama yaitu selama ini meski tidak ramai di dalam pemberitaan media nasional maupun di media sosial, partai besutan Anas Urbaningrum itu fokus melakukan konsolidasi ke setiap daerah. Dan juga tidak disibukkan dengan agenda mengkampanyekan capres ataupun cawapres yang saat ini bertarung.

“Pergerakan PKN tidak terlihat, namun secara pasti fokus dalam melakukan konsolidasi partai ke daerah-daerah karena partai tersebut satu-satunya Partai yang tidak mendukung salah satu Paslon Capres 2024,” urainya.

Alasan kedua, Hadi menuturkan tren elektabilitas PKN terus meningkat dengan signifikan dari 3 bulan terakhir ini.

“Tren positif dari survei November dan Desember 2023 dan itu terus mengalami kenaikan hingga saat ini,” jelasnya.

Dan alasan terakhir atau ketiga yaitu, pengaruh dari Ketua Umum PKN Anas Urbaningrum yang dinilai cukup bertangan dingin akan membawa PKN berbuat banyak pada Pemilu 2024 ini.

Berdasarkan pengalaman Anas memimpin Partai Demokrat yang sempat menjadi pemenang pemilu 2009, Hadi menduga PKN akan memberikan kejutan.

“Pengaruh dan pengalaman Anas Urbaningrum selaku Ketua Umum PKN yang pernah memimpin partai besar dan pemenang Pemilu 2009 yaitu Partai Demokrat, saya kira PKN akan memberikan kejutan di bawah Anas,” urainya.

Selain itu pada elektabilitas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Hadi memaparkan Pilpres 2024 diperkirakan akan terjadi dua putaran karena Capres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka baru mencapai angka elektabilitas 43,6 persen.

Disusul pasangan calon Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar 27,2 persen dan posisi terakhir ditempati Ganjar Pranowo–Mahfud Md di angka 26,3 persen. Swing voter di angka 3,5 persen.

“Jika dilihat dari data survei ICRC terbaru ini, maka Pilpres 2024 masih diprediksikan akan terjadi 2 putaran. Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dipastikan sebagai pemenang pada putaran pertama dan memastikan tempat untuk terus melaju ke putaran kedua,” ungkap Hadi.

Lalu untuk melawan Prabowo–Gibran di putaran kedua, menurut Hadi masih sama-sama ada peluang antara Anies–Muhaimin ataupun Ganjar–Mahfud karena keduanya masih dalam margin of error.

“Untuk pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo–Mahfud MD sama-sama masih berpeluang untuk bisa lolos ke putaran kedua. Karena selisih antara pasangan tersebut masih dalam margin of error,” tukas Hadi.

Diketahui, Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah Stratified Random, margin of error sebesar ±2.79 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel 83 persen dari jumlah populasi nasional (Pengguna HP).

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya