Berita

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono, dalam jumpa pers di Kementerian Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (30/1)/RMOL

Nusantara

Kepala Otorita Klaim IKN Untungkan Investor Lokal

SELASA, 30 JANUARI 2024 | 11:59 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah terus menggencarkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Mulai dari merampungkan istana negara hingga infrastuktur publik.

Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono menjelaskan, proyek ini tidak ditargetkan selesai dalam 10 tahun ke depan. Tetapi hingga tahun 2045 yang merupakan bagian dari transformasi menuju Indonesia Emas.

Perkembangan terkini pembangunan IKN disampaikan Bambang dalam jumpa pers di Kementerian Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (30/1).


"Yang kita lakukan dari Januari (2023) adalah jajak pasar atau market sounding. Bener nggak sih nggak ada yang masuk? Mana ada investor yang mau masuk?" kata Bambang.

Bambang mengungkap, banyak investor terdiri dari lembaga, swasta, LSM, konsorsium dan organisasi yang terlibat dalam groundbreaking tahap 1-4. Total investasi groundbreaking tahap 1-4 ini mencapai Rp47,5 triliun.

Groundbreaking yang telah dilakukan di antaranya pembangunan hotel, rumah sakit, sekolah, kantor polisi, kantor Komando Distrik Militer, layanan transportasi, stadion sepak bola, dan pusat perbelanjaan.

"Sudah ada 4 groundbreaking, artinya investor lokal yakin bahwa ini adalah perencanaan baik dan sesuatu dari sisi profit menguntungkan," pungkas Bambang.

Investor IKN yang ikut terlibat dalam groundbreaking tahap 1-4, di antaranya Sinarmas, Pakuwon Group, Warehouse Park, Pulau Intan, FIFA, Mulia Group, dan lainnya.




Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya