Berita

Bahlil Lahadalia dan Thomas T. Lembong/Net

Politik

Bahlil Lahadalia Klaim Atasi Investasi Mangkrak Rp708 Triliun Warisan Tom Lembong

SABTU, 27 JANUARI 2024 | 22:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengklaim telah mengatasi investasi mangkrak sebesar Rp708 triliun yang diwariskan oleh pendahulunya, Thomas T. Lembong atau yang dikenal dengan Tom Lembong.

Bahlil Lahadalia menceritakan tantangan yang ia hadapi saat diangkat menjadi Kepala BKPM pada 2019 oleh Presiden Joko Widodo.

"Saat saya masuk BKPM pada Oktober 2019, saya dihadapkan dengan investasi mangkrak sebesar Rp708 triliun yang diwariskan oleh pemimpin sebelumnya (Tom Lembong)," kata Bahlil kepada wartawan dikutip Sabtu (27/1).


Dalam pernyataan tersebut, Bahlil menyindir kepemimpinan Tom Lembong sebagai Kepala BKPM pada periode 2016-2019.

Bahlil lebih lanjut mengklaim bahwa pihaknya berhasil menyelesaikan sebagian besar investasi mangkrak, mencapai Rp 558,7 triliun atau sekitar 78,9 persen. Namun, ada sisa investasi sebesar Rp149,3 triliun yang tidak dapat diselesaikan karena kendala yang muncul akibat pandemi Covid-19.

Bahlil memberikan penjelasan bahwa beberapa perusahaan terpaksa mengundurkan diri dari proyek investasi mereka karena mengalami masalah internal yang dipengaruhi oleh kondisi pandemi dan faktor lainnya.

Meskipun demikian, Bahlil menegaskan bahwa hal itu terjadi bukan karena ketidakmampuannya, melainkan adanya masalah internal perusahaan.

"Bukan karena kami tidak mampu melaksanakannya, tetapi perusahaan-perusahaan tersebut mengalami masalah internal akibat Covid dan faktor lainnya," tuturnya.

Adapun dalam kesempatan tersebut, Bahlil merinci penyelesaian proyek investasi Lotte Chemical di Cilegon, Banten, senilai Rp59,4 triliun yang sebelumnya mangkrak selama 4-5 tahun.

Selain itu, dia juga mengklaim telah berhasil menuntaskan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar se-ASEAN yang terbengkalai selama 5 tahun, serta menyelesaikan pembangunan pabrik semen di Kalimantan Timur.

"Ini adalah contoh dari tiga proyek yang diwarisi oleh saya dari kepemimpinan sebelumnya. Namun, kita tidak boleh marah, karena sistem di republik ini berjalan terus dan dilakukan perbaikan," sindirnya.

Nama Tom Lembong baru-baru ini terus menyita perhatian publik.

Pasalnya, nama mantan Kepala BKPM sekaligus Co-Captain Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar itu beberapa kali disebut oleh Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat acara Debat Cawapres beberapa waktu lalu.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya