Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani di Pondok Pesantren (Ponpes) Bayt Al Hikmah, Pasuruan, pimpinan Kiai Idris Hamid, Minggu malam (21/1)/Ist

Politik

Puan: Jangan Percaya Hoax, Pemilu harus Adem Ayem

SENIN, 22 JANUARI 2024 | 16:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Para tokoh dan pimpinan masyarakat diharapkan tetap memberikan teladan kepada rakyat untuk terus menjaga persaudaraan meskipun dinamika politik memanas jelang Pilpres 2024 ini.

Begitu pesan yang disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani ketika menghadiri dalam Shalawat dan Doa untuk Keselamatan Bangsa yang digelar di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Bayt Al Hikmah, Pasuruan, pimpinan Kiai Idris Hamid, Minggu malam (21/1).

Selain itu, Puan meminta masyarakat juga diajak untuk tidak gampang percaya terhadap informasi yang menyesatkan.


“Jangan percaya hoax. Pemilu itu hanya 5 tahun sekali. Jangan terpecah belah, jangan sebar hoax,” imbuh Puan dalam keterangannya, Senin (22/1).

Ketua DPP PDI Perjuangan ini berharap agar pemilu 2024 ini harus berjalan dengan damai dan memilih pemimpin yang mampu merangkul rakyat.

“Jelang pemilu ini harus adem, ayem, damai. Tunjukan pilihannya, untuk cari pemimpin yang amanah, peduli dengan umatnya. Pemimpin yang merangkul seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Puan juga mengingatkan, pesta demokrasi ditujukan untuk mencari pemimpin terbaik yang dapat membawa Indonesia lebih maju. Oleh karenanya dibutuhkan gotong royong untuk memastikan pelaksanaan Pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Dengan bergotong royong mari kita menangkan rakyat di Pemilu 2024,” tutup Puan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya