Berita

Bulild Your Dreams (BYD) akan segera meluncurkan produk kendaraan listriknya (EV) di Indonesia pada 18 Januari 2024 mendatang/Net

Bisnis

Perusahaan Asal China akan Rilis Kendaraan Listrik di Indonesia Pekan Depan

MINGGU, 14 JANUARI 2024 | 10:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perusahaan otomotif raksasa asal China, Bulild Your Dreams (BYD) akan segera meluncurkan produk kendaraan listriknya (EV) di Indonesia pada 18 Januari 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam keterangannya di akun Instagram.

"Mereka mau tanggal 18 ini launching dan itu akan membawa era baru Indonesia," kata Luhut, seperti dikutip Minggu (14/1).


Kehadiran BYD, kata Luhut, akan turut meramaikan pasar kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. Sebab, kualitasnya disebut canggih dan tidak kalah bersaing dengan Tesla. Sehingga masyarakat diyakini akan tertarik dengan produk tersebut.

"Dia sekarang kan sudah melampaui Tesla salesnya ya, kualitas juga tidak kalah dengan Tesla," kata Luhut.

Menurut Luhut, hadirnya EV dari perusahaan raksasa China itu juga menjadi salah satu bagian dalam pengukuhan ekspansi bisnis jangka panjang BYD di Indonesia, yang disebut menguntungkan karena dapat mempercepat dan memperluas ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan begitu, tambah Luhut, persoalan menyangkut polusi bisa teratasi. Di samping juga mempercepat EURO4 dan EURO5 atau standar emisi gas buang bagi kendaraan.

"Ya kalau polusi tidak ada pangkat dan jabatan semua kena. Subsidi kesehatan itu kan gara-gara ini Rp10 T, kita mau gimana, pilihan emang gak banyak, efisiensi dibuat sana sini maka efisiensi ini sangat penting," pungkas Luhut.


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya