Berita

Spesimen surat suara Pilpres 2024

Politik

SURVEI MEDIAN

Elektabilitas Prabowo-Gibran Naik 6,1 Persen, Ganjar-Mahfud Turun 6,6 Persen

SENIN, 08 JANUARI 2024 | 19:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hasil survei Median menunjukkan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka naik signifikan.

Tingkat keterpilihan Prabowo-Gibran naik 6,1% dibandingkan November 2023.

"Jadi Prabowo Gibran itu sekarang angkanya 43,1 persen. Masih di urutan pertama," kata Peneliti senior Median, Ade Irfan Abdurrahman kepada media, Senin (8/1).


Survei Median dilakukan pada 23 Desember 2023-1 Januari 2024 melibatkan 1.500 responden. Survei memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,53% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sampel responden dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender.

Posisi kedua ditempati capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan angka 26,8%. Sementara capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD berada di peringkat ketiga dengan elektabilitas 20,1%.

Elektabilitas Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin berhasil naik dibandingkan survei Median periode November 2023. Elektabilitas keduanya masing-masing 37% dan 25,4%. Sementara elektabilitas Ganjar-Mahfud turun dimana pada periode yang sama di angka 26,7%.

"Kurang lebih trennya Prabowo berhasil mengklaim jarak sementara Anies Muhaimin berhasil naik ke posisi dua, Ganjar Mahfud turun ke posisi tiga. Dari angka ini sebetulnya Anies naiknya kurang lebih sekitar satu persen gitu ya. Sementara yang turun drastis Ganjar dari 26,7 persen menjadi 20,1 persen," kata Ade.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya