Berita

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid/Ist

Politik

Kritik Habib Syakur untuk Amin: Ijtima Ulama 212 Politik Identitas

KAMIS, 28 DESEMBER 2023 | 06:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebuah kritikan pedas dilontarkan inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, kepada Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mengakomodir kelompok 212 melalui Ijtima Ulama.

Menurutnya, dukungan politik hasil Ijtima Ulama itu bisa dikategorikan sebagai politik identitas. Sebab, politik identitas atau politisasi identitas adalah segala upaya politik yang mengandalkan aspek primordialisme dalam penggalangan dukungan politik praktis. Apalagi jika ada unsur pemaksaan dan dikotomi yang bisa memecah belah.

“Cak Imin katakan itu bukan politik identitas, saya tegaskan justru politik identitas, bahkan cenderung politisasi identitas tertentu. Sebab memaksakan ulama mereka lebih ulama ketimbang ulama lain hanya karena mendukung Anies, ini kan konyol,” kata Habib Syakur kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (27/12).


Ia mengingatkan kepada Cak Imin, agar mengindahkan cara-cara politik Anies yang dinilainya sedang melakukan copy paste cara-cara politik primordialisme, seperti yang dilakukan pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

“Cak Imin kalau pakai cara Anies, jelas mencederai dia sebagai keluarga NU. Warga Nahdliyin tidak ingin apa yang dilakukan Anies di 2017 dilakukan. Makanya Cak Imin jangan lakukan itu,” ujarnya.

Di sisi lain, ulama asal Malang Raya itu berharap Cak Imin bisa menjalankan politik kebangsaan tanpa merusak tatanan sosial dan persatuan di tengah kebhinnekaan. Sebab, luka yang dihasilkan akibat politisasi identitas terlalu dalam dan tidak mudah disembuhkan.

“Polarisasi itu bahkan terasa sampai sekarang kok. Faktanya ada yang pakai istilah sekolam, cebong, kampret, dan sebagainya. Ini fakta residu yang dihasilkan di Pilkada 2017. Jangan diulangi lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, Cak Imin menyatakan sudah menandatangani Pakta Integritas yang diajukan Ijtima Ulama 212 yang dipimpin oleh tiga ormas, yakni GPNF Ulama, PA 212, dan FPI.

Menurut Cak Imin, politik yang disepakati antara pihaknya dengan Ijtima Ulama bukan bagian dari politisasi identitas.

“Ah tidak (politik identitas), itu normatif banget. Itu saja Pakta Integritas) kita telusuri satu per satu,” kata Cak Imin di Semarang, Senin kemarin (25/12).

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya