Berita

Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka/Repro

Politik

Ucapan Gibran Saat Debat Tak Semanis Kenyataan

RABU, 27 DESEMBER 2023 | 00:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penampilan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, saat debat cawapres masih jadi bahan pembicaraan warganet. Gibran yang kerap salah menjawab dan gagap saat ditanya warga, tiba-tiba lancar berbicara saat debat cawapres,

Perbedaan tersebut disorot pegiat media sosial, Prihati Utami. Melalui akun fanspage Facebook pribadinya, dia mengungkap sejumlah fakta bahwa ucapan Gibran tidak seindah fakta di lapangan.

“Saya sedikit tergelitik dengan perdebatan cawapres malam kemarin, rasanya di antara tiga cawapres yang tampil overgood hanya Gibran Rakabuming Raka. Kok sedikit berbeda dengan saat dia dihadapkan dengan pertanyaan langsung di lapangan?” tulis Prihati Utami, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (26/12).


Ia mencontohkan, saat Gibran ditanya seorang ibu-ibu cara agar harga cabai stabil. Gibran hanya menjawab bahwa kenaikan harga cabai di akhir tahun adalah hal yang wajar, tanpa menjelaskan strateginya untuk mengendalikan harga cabai.

Begitu juga saat berdialog bersama para santri Al-Tsaqafah, Minggu (10/12). Seorang santri menanyakan kiat sukses kepada Gibran. Walikota Solo ini pun menjawab dengan singkat, untuk menjadi orang sukses cukup dengan belajar dan patuh kepada kiai.

“Ah mungkin saja itu hanya perasaan saya, begitu juga penilaian publik di luar sana. Tapi ternyata saking fokusnya publik dengan narasi yang lancar dikeluarkan Gibran, ada rekam jejak yang belum diperlihatkan ke publik,” tuturnya.

Menurut Utami, ada banyak rekam jejak yang menunjukan Gibran tidak bisa menjawab persoalan di kota tempat dia memimpin saat ini. Misalnya, saat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (BEM UNS) Solo menyuarakan keresahan warga Gilingan terkait penyediaan sanitasi dan air bersih yang seringkali tercemar tinja.

“Coba kita kroscek ulang mulai dari pembicaraan tentang sanitasi. Selama menjabat di Solo dia banyak dikeroyok massa karena mempertanyakan persoalan sanitasi, misal dari mahasiswa UNS yang menyinggung sanitasi di Kampung Gilingan sampai tercemarnya air bersih di bantaran sungai Bengawan Solo,” tulisnya.

Ia juga menyinggung jawaban Gibran saat debat terkait keberlanjutan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang faktanya hingga November 2023 masih sepi investor. Prof Mahfud yang menjadi lawan debatnya, sejatinya juga tahu karena juga menjadi bagian dari pemerintah.

“Tapi dengan dengan penuh arogansi Gibran malah menyuruhnya googling. Woah, Gibran memang si paling pintar dan…. Cerdik,” katanya.

Gibran pada saat itu menyebut ada dua investor yang sudah berinvestasi di IKN, yakni Mayapada dan Agung Sedayu. Padahal, dua perusahaan taipan tersebut juga menjadi sponsor pemenangan Prabowo-Gibran.

“Kok bisa disebut investor IKN? Artinya Gibran sedang endorse dong di panggung debat? Saya rasa ada harga tinggi yang ditawarkan di balik peng-endorse-an dua perusahaan besar itu, karena levelnya tinggi bisa sampai ke panggung debat,” sebutnya.  

Ketidakselarasan lain juga terlihat saat Gibran membahas proyek strategis nasional (PSN) yang berjalan masif di Solo. Gibran menyebut PSN itu sudah merata ke seluruh daerah di Indonesia.

“Nyatanya berdasarkan data, di antara kota-kota lain, Solo paling tinggi mendapat gelontoran PSN dari pusat. Dia juga menceritakan soal masjid Syekh Zayed yang menguntungkan Solo. Ya kalau bukan Presiden Jokowi apa bisa masjid megah itu berdiri di Solo? Itu hanya pertanyaan simpel saja dari fakta yang ada,” paparnya.

Utami juga menyoroti ketika Gibran membahas soal e-commerce, sementara faktanya banyak perusahaan miliknya yang bangkrut. Misalnya aplikasi Madhang yang kini akhirnya tutup, dan menyebabkan kerugian terhadap penggunanya.

“Lalu kalau sudah ada banyak jenis e-commerce yang dibentuknya dan tumbang begitu saja, apa layak dipamerkan ke publik?” tanyanya.

Dia mengakui memang ada sebagian orang yang memuji penampilan anak sulung Presiden Jokowi itu. Kecakapannya dalam merangkai kata, mampu membuat publik terpukau. Namun, yang terpenting justru kebenaran isi atau pernyataan yang diucapkan, dan hal itu harus dibuktikan.

“Kalau fakta di lapangan saja rasanya tidak semanis yang dilontarkan calon pemimpinnya, bagaimana bisa kepercayaan itu tumbuh untuk membawa Indonesia menuju masa keemasannya?” jelasnya.

Menurutnya, publik harus jeli dengan yang sudah disampaikan para kontestan. Jangan sampai publik termakan oleh hoax, karena yang diucapkan melenceng jauh dari fakta di lapangan.

Sebab, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang jujur dan berjalan pada relnya, selaras dengan pikiran, perkataan, dan perbuatan. Momen debat, tegas Utami, menjadi pembuktian untuk mencari pemimpin ideal, yang bisa melanjutkan yang baik dan memperbaiki yang kurang baik.

“Tentunya demi bangsa dan negara bukan demi keluarga dan kekuasaannya,” pungkasnya.

Sejak diunggah pada Sabtu kemarin (23/12), opini berjudul "Ucapan Gibran Tak Seindah Di Lapangan" itu telah dibagikan lebih dari 145 kali, dan dikomentari lebih dari 3.600.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya